Forum Finance
- Ndpbm... alvian19
- Blok Cepu... densol
- Hitung PPh 21 dengan muda... yukfa
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 22:49 WIB
Cerita-cerita Lucu di Balik Audit Century -
Selasa, 09/02/2010 22:28 WIB
BPK: Jika Century Ditutup, Negara Langsung Rugi Rp 4,67 Triliun -
Selasa, 09/02/2010 18:31 WIB
BII Rugi Rp 40,969 Miliar di 2009 -
Selasa, 09/02/2010 17:39 WIB
Dana Century Rp 6,35 Triliun Mengalir ke 63 Bank -
Selasa, 09/02/2010 17:09 WIB
Dana Rp 13,48 Triliun Keluar dari Bank Century Selama 10 Bulan -
Selasa, 09/02/2010 16:10 WIB
Pemerintah Cari Rp 1 Triliun Dari Surat Utang Syariah
Indeks Berita
Kamis, 13/11/2008 17:47 WIB
Perbanas: Kalah Kliring Biasa, Nasabah Jangan Panik
Wahyu Daniel - detikFinance

Foto: Indro-detikFinance
Foto Terkait
Menurut Ketua Perbanas Sigit Pramono kalah kliring seperti yang terjadi dalam kasus Bank Century pada hari ini terasa 'heboh' karena terjadi pada kondisi ini menjadi tidak wajar saat likuiditas ketat.
Sigit mengatakan kondisi kalah kliring bisa terjadi karena likuiditas yang terganggu dan juga sulitnya bank mendapatkan pinjaman lewat interbank.
"Kondisi kalah kliring bisa saja terjadi di bank apapun, tapi keadaan sekarang agak krisis likuiditas," jelasnya usai acara Perbanas di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (13/11/2008).
Sigit menghimbau para nasabah agar tidak cepat panik melihat kondisi yang terjadi. "Kita hadapi dengan tenang, karena sebenarnya seharusnya hal itu bisa ditutupi dengan pinjaman antar bank," imbuhnya.
Kemudian Sigit juga menuturkan masyarakat juga harus mengetahui adanya mekanisme dari perbankan untuk mengatasi kondisi tersebut.
"Ini harus disampaikan ke masyarakat, bahwa mekanisme untuk mengatasi persoalan likuiditas sesaat ini di antaranya dengan pinjaman antar bank. kemudian repo dan sebagainya. Jadi komentar saya seharusnya implementasi dari berbagai kebijakan yang ada harus baik, seperti GWM sudah diturunkan," tuturnya.
Hal yang sama juga dikatakan oleh Kepala Ekonom BNI Tony Prasetiantono yang mengatakan kondisi yang dialami Bank Century itu hal biasa.
"Menurut saya hal biasa kalau ada satu bank kalah kliring. Karena kadang-kadang menang, kadang-kadang kalah. Yang penting tidak kalah berturut-turut dan lama. Kalau masih seperti sekarang, saya rasa masih tidak apa-apa," jelasnya.
Namun Tony menegaskan hal ini tidak boleh dibiarkan terlalu lama, pemerintah bersama dengan Bank Indonesia harus melakukan tindakan berkaitan dengan ini.
"Kalau dibiarkan akan menjadi sistemik. Krisis depresi dunia pada tahun 1929 awalnya dari rumor di Austria ada bank mau bangkrut ya semacam kalah kliring. Kalau kalah kliring akibatnya bisa di rush, jadi pemerintah atau BI harus cepat supaya ini tidak terjadi persepsi yang berlebihan di masyarakat melakukan rush. karena bank sekuat apapun kalau di rush banyak orang akan bangkrut," tuturnya.
Corporate Secretary PT Bank Century Tbk Deddy Triana mengatakan, insiden keterlambatan setoran kliring yang dialami Bank Century bisa terjadi di semua bank. Apalagi mutasi transaksi di kalangan perbankan memang meningkat belakangan ini.
"Kondisi ini memang terjadi di semua bank belakangan ini, hampir semua mutasi transaksi meningkat," katanya saat dihubungi detikFinance.
Deddy juga menyatakan kejadian seperti sebenarnya bisa terjadi kapan saja, hanya saja memang nasib Bank Century mengalami keterlambatan setoran kliring justru di saat dunia perbankan sedang dalam sorotan banyak pihak.
"Itu sebenarnya sesuatu yang bisa terjadi kapan saja. Tapi menurut pandangan kami memang kondisinya kurang tepat saat ini. Kenapa terjadinya saat ini, karena memang kondisi perbankan nasional sedang disorot. Itu yang tidak preferable buat
kita sebenarnya," katanya.
(dnl/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)
Baca juga :
- BI: Bank Century Tak Ganggu Sistem Pembayaran Perbankan
- Bank Century Telat Setoran Rp 5 Miliar
- Nasabah Bank Century Kesulitan Tarik Dana
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



