Forum Finance
- The market is manipulated... investor1
- Chinese Government Wants ... investor1
- Bernanke Threatens US Eco... investor1
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Sabtu, 04/07/2009 12:45 WIB
Pemerintah Dorong Promosi Ekspor ke Jepang -
Sabtu, 04/07/2009 12:15 WIB
Jelang Puasa Stok Sembako Aman, Harga Stabil -
Sabtu, 04/07/2009 10:45 WIB
Stimulus Pasar Tradisional Bisa Terserap Sebelum Akhir Tahun -
Jumat, 03/07/2009 18:03 WIB
Timor Leste Mau Belajar Stabilkan Harga Sembako dari RI -
Jumat, 03/07/2009 16:40 WIB
Biaya Sewa Tinggi, Asmindo Ancam Boikot Trade Expo 2009 -
Jumat, 03/07/2009 15:36 WIB
Cadangan Minyak RI Hanya Cukup untuk 10 Tahun Lagi
Indeks Berita
Selasa, 18/11/2008 07:10 WIB
Perlambatan Ekonomi RI Tak Seburuk Negara Lain
Wahyu Daniel - detikFinance

Aktivitas Ekonomi (Foto: dok detikcom)
Jakarta -
Perlambatan ekonomi Indonesia mulai terasa di triwulan III-2008 ini, meski masih mencatat pertumbuhan 6,1% secara year on year. Namun jika dibandingkan dengan negara lain, perlambatan ekonomi RI tidak terlalu buruk.
"Pertumbuhan kita memang ada perlambatan tapi tidak seburuk negara lain," ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu Anggito Abimanyu ketika ditemui di kantor Menteri Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin malam (17/11/2008).
Anggito mengatakan, hasil laporan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2008 oleh BPS (Badan Pusat Statistik) sebesar 6,1% sudah sesuai ekspektasi pemerintah.
"Kita sudah umumkan dari Depkeu pertumbuhan ekonomi kuartal III 6 sampai 6,1%, jadi sudah sesuai proyeksi kita. Bagus itu berarti, kita harus membandingkan dengan dunia. Memang kalau kita lihat dampaknya pada kuartal III-2008 belum terlihat, konsumsi masih cukup bagus. Ekspor kita juga masih bagus, kan baru akhir-akhir ini CPO menurun, dan investasi masih kuat," tuturnya.
Anggito menuturkan dibanding negara lain pertumbuhan ekonomi Indonesia masih kuat. "Singapura sudah men-declare resesi, China dari 9% mungkin ke 7%, turun jauh sekali. Kita masih di atas 6%," paparnya.
Namun untuk pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2008, Anggito mengatakan Departemen Keuangan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi akan sedikit di bawah 6%.
"Jadi secara total masih di bawah 6 sampai 6,1%. Sampai akhir tahun 6 sampai 6,1%," pungkasnya.
(dnl/qom)
Info Kurs,berita financial dan ekonomi.
Ketik: REG ECO kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel, Flexi).
Ketik: REG EKO kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Indosat dan Hutch 3).
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Perlambatan Ekonomi RI Tak Seburuk Negara Lain
Wahyu Daniel - detikFinance

Aktivitas Ekonomi (Foto: dok detikcom)
"Pertumbuhan kita memang ada perlambatan tapi tidak seburuk negara lain," ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu Anggito Abimanyu ketika ditemui di kantor Menteri Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin malam (17/11/2008).
Anggito mengatakan, hasil laporan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2008 oleh BPS (Badan Pusat Statistik) sebesar 6,1% sudah sesuai ekspektasi pemerintah.
"Kita sudah umumkan dari Depkeu pertumbuhan ekonomi kuartal III 6 sampai 6,1%, jadi sudah sesuai proyeksi kita. Bagus itu berarti, kita harus membandingkan dengan dunia. Memang kalau kita lihat dampaknya pada kuartal III-2008 belum terlihat, konsumsi masih cukup bagus. Ekspor kita juga masih bagus, kan baru akhir-akhir ini CPO menurun, dan investasi masih kuat," tuturnya.
Anggito menuturkan dibanding negara lain pertumbuhan ekonomi Indonesia masih kuat. "Singapura sudah men-declare resesi, China dari 9% mungkin ke 7%, turun jauh sekali. Kita masih di atas 6%," paparnya.
Namun untuk pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2008, Anggito mengatakan Departemen Keuangan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi akan sedikit di bawah 6%.
"Jadi secara total masih di bawah 6 sampai 6,1%. Sampai akhir tahun 6 sampai 6,1%," pungkasnya.
(dnl/qom)
Info Kurs,berita financial dan ekonomi.
Ketik: REG ECO kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel, Flexi).
Ketik: REG EKO kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Indosat dan Hutch 3).
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)
