Forum Finance
- Indonesia Termasuk Salah ... brightsky
- Pengangguran Baru Jadi Fo... BayuDhirga
- numpang tanya yahh ^_^... Lc09
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 08/01/2009 08:59 WIB
Mantan Kapolri Sutanto Jadi Komisaris Utama Pertamina -
Kamis, 08/01/2009 07:30 WIB
4 Negara Siapkan Standby Loan US$ 5,5 Miliar untuk RI -
Rabu, 07/01/2009 19:10 WIB
Jumlah Koperasi Bertambah 126 Unit di 2008 -
Rabu, 07/01/2009 18:53 WIB
Pasal 29 RUU JPSK Dinilai Mubazir -
Rabu, 07/01/2009 18:16 WIB
Dana Bergulir akan Disalurkan Lewat BPD, Ventura dan Koperasi -
Rabu, 07/01/2009 17:18 WIB
Stimulus Rp 50 Triliun Jangan Ada Embel-embel Memberatkan
Indeks Berita
Selasa, 18/11/2008 15:41 WIB
Impor Baja Program 10.000 MW Tak Bisa Dihindari
Suhendra - detikFinance

(Foto: Irna-detikFinance)
"Saya rasa itu sulit karena itu bagian dari kerjasama dengan China, untuk pembangunan program 10.000 MW," kata Direktur Industri Logam I Putu Suryawirawan Ditjen Industri Mesin, Tekstil dan Aneka (ILMTA) di sela-sela acara Rakornas Kadin, di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Selasa (18/11/2008).
Dikatakannya peluang renegoisasi untuk proyek-proyek yang belum dibangun dan belum terlanjur diimpor bisa saja dilakukan. Tetapi itu tergantung kesepakatan antara PLN dan kontraktor.
"Seharusnya komposisinya bisa diatur, berapa banyak dari domestik dan berapa dari China," katanya.
Mengenai stok baja yang berlimpah saat ini, menurut Putu itu bagian dari risiko bisnis yang ditanggung oleh para produsen. Karena faktor harga dan suplai baja dunia tidak bisa diprediksi pada saat ini.
"Itu risiko bisnis, jadi pemerintah tidak bisa berbuat," katanya.
Namun ia menggarisbawahi dari kasus ini, para produsen bisa mengatasi masalah tersebut dengan menekan kerugian akibat biaya produksi dan bahan baku mahal. Produsen juga bisa melepas produknya secara bertahap ketika harga dan permintaa baja kembali normal.
Sebelumnya para produsen baja domestik mempertanyakan importasi baja untuk proyek 10.000 MW oleh para kontrak-kontraktor PLTU termasuk dari China. Diantaranya untuk proyek PLTU Indramayu dan Muara Karang.(hen/ir)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Impor Membengkak, Industri Baja Dekati Keambrukan
- Sektor Baja Sumbang Pajak Rp 5 trilun per Tahun
- Konsumsi Baja Domestik Melemah
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
