Forum Finance
- Indonesia Termasuk Salah ... brightsky
- Pengangguran Baru Jadi Fo... BayuDhirga
- numpang tanya yahh ^_^... Lc09
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 06/01/2009 07:00 WIB
Menteri Ekonomi 'Parpol' Bicara Soal Pemilu 2009 -
Rabu, 31/12/2008 17:01 WIB
Elpiji 3 Kg Masuk Kawasan Elit, Dirut Pertamina Geleng-Geleng -
Rabu, 24/12/2008 10:39 WIB
Pegawainya Hobi Telat, Menperin Menghibur Diri -
Minggu, 21/12/2008 11:35 WIB
Sri Mulyani 'Sentil' Insiden Pelemparan Sepatu Bush -
Minggu, 21/12/2008 09:49 WIB
Sofjan Wanandi dan Liburan Krisis -
Jumat, 19/12/2008 10:52 WIB
Pendiri Parmalat Diganjar 10 Tahun Penjara Kasus 'Enron ala Eropa'
Indeks Berita
Selasa, 18/11/2008 16:25 WIB
Aburizal: Saya Tidak Pernah Berselisih dengan Sri Mulyani
Nurul Qomariyah - detikFinance

Foto: Dok detikcom
Penegasan itu disampikan Aburizal dalam wawancara khususnya dengan majalah Forbes pada Jumat (14/11/2008), atau sehari sebelum ulang tahunnya ke-62.
"Saya tidak pernah berselisih dengan Sri Mulyani. Kami berdua ada di kabinet, dan kabinet ini sangat kuat di bawah kepemimpinan presiden. Dia (Sri Mulyani) telah melakukan pekerjaan yang hebat. Kabinet ini bersatu, tidak ada perpecahan di kabinet," tegasnya.
Aburizal dan Sri Mulyani sempat dikabarkan berseteru soal pencabutan suspensi saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Namun pria yang Desember lalu ditulis oleh Forbes memiliki kekayaan US$ 5,4 Miliar itu membantah dirinya ikut mencampuri masalah bisnis grup Bakrie.
"Saya? Tidak pernah. Tak pernah. Saya bukan lagi seorang pebisnis. Saya tahu apa yang (keluarga saya) lakukan, namun saya bukan lagi seorang pebisnis," tambahnya lagi.
"Saya pergi ke kantor perusahaan untuk berdoa, iya. Dan jika pada suatu petang saudara saya ingin memberikan laporan, oke, kita akan mendiskusikannya. Tapi itu saja," tambahnya lagi.
Saat ditanya apakah grup Bakrie adalah sebuah contoh dari apa yang disebut sebagai best practices soal transparansi dan tata kelola yang baik di Indonesia, Aburizal justru bertanya balik.
"Apa yang Anda maksud dengan transparansi ketika Anda membicarakan dengan Goldman Sachs? Ketika Anda membicarakan tentang Lehman Brothers? Citibank? General Motors? Transparansi apa yang ingin Anda lihat?" tegas Aburizal.
"Saya kira kita lebih transparan ketimbang semua nama yang saya sebutkan tadi. Fannie Mae, Freddie Mac, sebut saja! Transparansi apa itu?" tambahnya lagi.
"Ketika Anda bicara tentang tata kelola, Apakah Anda berpikir perusahaan yang bangkrut harus membayar CEO-nya ratusan juta dolar? Lihat apa yang terjadi dengan AIG. Apakah itu tata kelola yang kita ingin bicarakan? Kita lebih transparan dan kita memiliki governance," bela Aburizal.
"Kehidupan sangat keras saat ini bagi siapapun," pungkas pria yang biasa disapa Ical ini.(qom/ir)
Komentar terkini (2 Komentar)
Baca juga :
- Teman Satu Sekolah, Dirut Garuda Lupa Wajah Obama
- Mittal Bukan Lagi Orang Terkaya
- Sofyan Djalil, Si Spesialis Menkeu Ad Interim
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
