Berita Lain

Indeks Berita





Selasa, 18/11/2008 16:41 WIB
Laporan dari Brazil
Presiden SBY Ajak Cari Peluang Baru di Brazil
Arifin Asydhad - detikFinance



Brasilia - Selama tiga hari, Selasa-Kamis (17-19/11/20008), Presiden SBY melawat negara Brazil. Kepada para delegasi dan rombongan, SBY mengajak untuk bersama-sama mencari peluang baru demi meningkatkan perekonomian Indonesia.

Ajakan SBY ini disampaikan saat melakukan briefing kepada para delegasi di atas pesawat satu jam sebelum mendarat di Bandara Presidente Juscelino Kubitschek, Brasilia. Pesawat Airbus A 330-341 yang membawa SBY dan rombongan telah mendarat mulus di bandara tersebut sekitar pukul 04.00 waktu Brasilia atau pukul 13.00 WIB.

Presiden menyatakan perdagangan Indonesia dan Brazil selama ini cukup potensial. "Tahun 2007-2008 perdagangan naik 100 persen, dengan besaran sekitar US$ 2 triliun," kata SBY seperti dilaporkan wartawan detikcom Arifin Asydhad dari Brasilia.

Saat ini, Indonesia merupakan pemasok nomor 1 karet dan nomor 2 kelapa sawit ke Brazil. Selain itu, produk-produk lainnya juga telah masuk ke negeri Amerika Latin yang menjadi kekuatan dunia ekonomi baru ini.

Presiden Brazil Luiz Inacio Lula Da Silva telah melakukan kunjungan ke Indonesia beberapa waktu lalu. "Karena itu, kunjungan kita hari ini, besok, dan lusa mempunyai opportunity yang bagus. Menteri Pertanian sudah berkali-kali ke Brazil, demikian juga Menteri Perdagangan dan Menteri Luar Negeri. Saya harap ini dapat meningkatkan investasi dan kerja sama kita," ujar SBY.

Menurut SBY, peluang baru harus tercipta dari Brazil. Saat ini, pertumbuhan ekonomi Brazil sangat baik dan memiliki pendapatan perkapita yang jauh lebih tinggi daripada Indonesia. "Pasar kita akan terus tumbuh, kalau kita sudah sejak awal melakukan kerja sama," jelas dia.

SBY berharap delegasi Indonesia bisa mengeksplorasi dari Brazil atas kunjungan tiga hari ini. "Eksplorasi apa yang bisa kita lakukan. Kunjungan ke negara lain bisa menjadi inspirasi apa yang bisa kita kembangkan di negara kita," harap SBY.

Saat ini, ekonomi terdiri dari tiga pilar, yaitu pertanian, industri, dan jasa. "Tolong ditambahkan dua pilar lagi, yaitu ekonomi kreatif dan ekonomi pariwisata," kata dia. Dua hal terakhir itu harus dikuasai. Saat ini, dua pilar terakhir itu tumbuh baik di Indonesia. (asy/qom)
Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk

Baca juga :

Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518