Forum Finance
- Indonesia Termasuk Salah ... brightsky
- Pengangguran Baru Jadi Fo... BayuDhirga
- numpang tanya yahh ^_^... Lc09
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Rabu, 07/01/2009 19:10 WIB
Jumlah Koperasi Bertambah 126 Unit di 2008 -
Rabu, 07/01/2009 18:53 WIB
Pasal 29 RUU JPSK Dinilai Mubazir -
Rabu, 07/01/2009 18:16 WIB
Dana Bergulir akan Disalurkan Lewat BPD, Ventura dan Koperasi -
Rabu, 07/01/2009 17:18 WIB
Stimulus Rp 50 Triliun Jangan Ada Embel-embel Memberatkan -
Rabu, 07/01/2009 16:35 WIB
Pemerintah akan Agresif Rangkul Dana SILPA Pemda -
Rabu, 07/01/2009 12:35 WIB
SPBU Dijamin Tidak Lagi Merugi Akibat Perubahan Harga BBM
Indeks Berita
Selasa, 18/11/2008 17:19 WIB
Produsen Tolak Harga Jual BBN Ikuti MOPS
Suhendra - detikFinance

Foto: Dok detikcom
Hal ini dikatakan oleh Bendahara Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan disela-sela acara Rakornas Kadin Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral, Selasa (18/11/2008).
"Penetapan harga Bioetanol dan biodiesel kan ada harga internasionalnya jangan dipaksa untuk mengacu pada MOPS, kami rugi besar sekarang ini. Kalau beberapa bulan lalu ketika BBM tinggi kita memang untung," katanya.
Dikatakannya saat ini pemerintah bertindak tidak adil dengan membiarkan Pertamina membeli biofuel dengan harga MOPS.
Paulus menambahkan saat ini harga solar di MOPS sekitar Rp 4.250 per liter, padahal harga olein (produk turunan minyak sawit mentah) untuk bahan baku biofuel Rp 4.800 per liter.
"Bila harga minyak bumi naik hingga US$ 150 per barel dibeli tidak oleh pemerintah? Kalau Bahan Bakar Nabati harganya naik kenapa tidak dibeli," ketusnya dengan emosi.
Paulus menjelaskan selama ini Pertamina berlindung pada PP Nomor 71 mengenai penetapan harga, yang mengharuskan BUMN itu membeli biofuel dengan acuan harga MOPS. "Pemerintah cepat merevisi PP 71 itu," tegasnya.
Menurutnya keharusan menjual dengan acuan MOPS akan membatasi produsen biofuel kelas menengah untuk memasok ke Pertamina.
"Selama ini Pertamina hanya distribusikan biofuel dari depo Plumpang ke Surabaya, Malang dan Bali. Adanya aturan wajib penggunaan biofuel menyebabkan banyak perusahaan berlomba memasok ke Pertamina, apalagi harga CPO sedang turun," jelasnya.
(hen/lih)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Plumpang Jadi Pusat BBN
- 3 Skenario Harga BBN Disiapkan
- Pertamina Mulai Pasarkan Bio Solar untuk Industri
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
