Forum Finance
- Indonesia Termasuk Salah ... brightsky
- Pengangguran Baru Jadi Fo... BayuDhirga
- numpang tanya yahh ^_^... Lc09
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 08/01/2009 09:40 WIB
2009, BI Makin Fokus ke Konsolidasi Perbankan -
Kamis, 08/01/2009 09:35 WIB
Penurunan BI Rate Belum Seret Bunga Kredit Bank -
Kamis, 08/01/2009 09:29 WIB
DPK Perbankan Nasional Bisa Tumbuh 12%-13% di 2009 -
Kamis, 08/01/2009 09:21 WIB
DPK Bank Century Anjlok Rp 3,5 Triliun -
Rabu, 07/01/2009 17:14 WIB
Pembentukan Bank Khusus Koperasi dan UKM Kembali Diajukan -
Rabu, 07/01/2009 16:30 WIB
BRI Penyalur Terbanyak KUR 2008
Indeks Berita
Rabu, 19/11/2008 09:05 WIB
Perbankan Lebih Selektif Kucurkan KPR
Irna Gustia, Indro Bagus SU - detikFinance

(Foto: dok detikFinance)
Corporate Secretary BNI Intan Abdams Katoppo ketika dihubungi detikFinance, Rabu (19/11/2008) menolak jika dikatakan perbankan saat ini menghentikan kucuran KPR karena masalah likuiditas.
"Kalau di BNI ekspansi tetap kami lakukan, mungkin jadi lebih fokus dan selektif saja ya dalam mengucurkan KPR. Saat ini BNI lebih ke KPR untuk rumah, apartemen dan rumah pertama. Kalau untuk tanah dan sebagainya itu dikurangi cukup besar. Porsi KPR di portofolio kredit BNI sekitar 8-10%," tutur Intan.
Menurutnya selain properti, BNI juga melakukan seleksi untuk kredit korporasi. "BNI fokus kredit korporasi pada kredit infrastruktur. Kalau kredit ke sektor UKM tetap jalan. Jadi kebijakan kami melakukan seleksi dengan bervariasi," katanya.
Senada dengan Intan, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) juga mengaku tetap menyalurkan kredit KPR dan belum ada kebijakan untuk menghentikan kredit ke sektor ini.
"Kami masih menjalankan KPR dengan DP minimal 20% dan bunga 15%," kata Wadirut BCA Jahja Setiaatmadja ketika dihubungi detikFinance.
Sementara Corporate Secretary PT Bank Bukopin Tbk Tantri Wulandari mengatakan kalau pun ada pengurangan porsi KPR itu jumlahnya tidak signifikan.
"Yang pasti porsi KPR dalam kredit Bukopin itu sangat kecil. Fokus kita kan kredit SME.
Porsi Consumer Credit hanya sekitar 7%, itu pun sudah termasuk Kartu Kredit, Kredit Pemilikan Mobil, KPR dsb. Jadi kalau memang ada pengurangan porsi KPR saya pikir tidak akan berdampak signifikan," ujar Tantri.
Sebelumnya Ketua Kadin MS Hidayat di sela-sela mengikuti kunjungan bilateral Presiden SBY dengan Presiden Brazil Luiz Inacio Lula Da Silva di Istana Presiden Palacio Planalto, Brasilia, Selasa (18/11/2008) seperti dilaporkan reporter detikcom, Arifin Asydad mengatakan pengucuran KPR dihentikan sementara, karena nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah.
"Saya mendapat kabar bahwa kredit KPR semua dihentikan, karena ada kesulitan mendapatkan likuiditas di perbankan, sehingga menentukan tingkat suku bunga. Anda tahu deposito sekarang ditawarkan 15% dan lending rate sudah di atas 20%," kata Hidayat.(ir/ir)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Satu Lagi Penyebar Rumor Perbankan Diincar Polisi
- Penyebar Rumor Likuiditas Perbankan Terancam 6 Tahun Penjara
- Bahana: Penyebaran Rumor Perbankan Tindakan Pribadi
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
