Forum Finance
- Indonesia Termasuk Salah ... brightsky
- Pengangguran Baru Jadi Fo... BayuDhirga
- numpang tanya yahh ^_^... Lc09
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Rabu, 07/01/2009 19:10 WIB
Jumlah Koperasi Bertambah 126 Unit di 2008 -
Rabu, 07/01/2009 18:53 WIB
Pasal 29 RUU JPSK Dinilai Mubazir -
Rabu, 07/01/2009 18:16 WIB
Dana Bergulir akan Disalurkan Lewat BPD, Ventura dan Koperasi -
Rabu, 07/01/2009 17:18 WIB
Stimulus Rp 50 Triliun Jangan Ada Embel-embel Memberatkan -
Rabu, 07/01/2009 16:35 WIB
Pemerintah akan Agresif Rangkul Dana SILPA Pemda -
Rabu, 07/01/2009 12:35 WIB
SPBU Dijamin Tidak Lagi Merugi Akibat Perubahan Harga BBM
Indeks Berita
Rabu, 19/11/2008 12:08 WIB
Harga Komoditas Jatuh, Sektor Tambang Siap-siap PHK
Suhendra - detikFinance

Foto: Budi Sugiharto/detikcom
Padahal sektor ini diharapkan bisa lebih kuat menghadapi krisis global, setelah sektor manufaktur (non-migas) sudah melakukan langkah-langkah PHK.
Hal ini disampaikan oleh Executive Director Asosiasi Pertambangan Indonesia Priyo Pribadi Soemarno usai acara menyambut hari menanam pohon Indonesia di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (19/11/2008).
"Saya kira sudah mengarah kesana, tidak bisa dihindari. Kita tidak bisa mengatakan nggak supaya orang tenang harus realistis juga keadaan ini harus ada tindakan nyata pemerintah," katanya saat ditanya mengenai PHK sektor pertambangan.
Hancurnya harga mineral bukan hanya mengancam merumahkan karyawan disektor ini. Namun bagi sektor pertambangan yang kinerjanya masih bagus pun akan berdampak pada tingkat penyerapan tenaga kerjanya.
"Saya khawatir karena kegiatannya tepengruh dan menurun penyerapan tenaga kerja menurunan juga," ucapnya.
Untuk itu, ia mendesak pemerintah untuk bisa membantu menekan biaya operasi dengan cara menurunkan pajak-pajak di sektor partambangan sehingga kegiatan operasional tidak diturunkan dan tetap jalan.
"Sekarang ini mereka masih melihat tapi sudah ada ancang-ancang kearah sana (efisiensi karyawan) untuk mengambil langkah menurunkan produksi, dari perusahaan-perusahan sudah melakukan rapat-rapat internal," ungkapnya.
Priyo menuturkan harga nikel saat ini jatuh tinggi bahkan batubara juga jatuh meskipun jumlahnya permintaa besar tapi harganya rendah. Misalnya dari beberapa waktu lalu harga batubara US$ 100 per ton dengan kalori 6300 sekarang hanya US$ 70 karena harga minyak bumi jatuh.
"Konsolidasi sudah dilakukan menghadapi harga yang jatuh, mungkin belum sampai kesana tapi langkah-langkah persiapan sudah dibicarakan karena perusahaan harus survive," kilahnya.
Ia mengaku tidak tahu percis berapa banyak jumlahnya tenaga kerja disektor ini karena banyak perusahaan yang berizin dan tidak berizin. Misalnya saja untuk Freeport memiliki total karyawan sebanyak 5000 termasuk 4% tenaga kerja asing.
(hen/qom)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Dilema Pertambangan dan Kehutanan
- Dieksploitasi Habis-habisan, Setoran PNBP Tambang Tak Maksimal
- Kontrak Karya Tambang Pasir Besi di Kulonprogo Diteken
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
