Berita Lain

Indeks Berita



Rabu, 19/11/2008 13:30 WIB
Kontraktor Migas Diminta Simpan Dana di Bank Nasional
Suhendra - detikFinance


(Foto: Alih-detikFinance)
Jakarta - Para kontraktor migas yang beroperasi di Indonesia diminta menyimpan dananya di perbankan nasional. Ini merupakan salah satu langkah mengatasi krisis likuiditas yang terjadi di sektor perbankan.

Kepala BP Migas R Priyono menjelaskan, pihaknya akan segera mengeluarkan aturan ini dalam waktu dekat.

"Para kontraktor didorong menggunakan jasa perbankan nasional, termasuk dalam penyimpanan dana sebelum dan sesudah operasi. Termasuk untuk pembayaran pihak ketiga," katanya ketika ditemui di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (19/11/2008).

Sementara di lain pihak, para perbankan juga diminta aktif untuk mendukung industri migas terutama sektor penunjang migas dalam melakukan operasionalnya. Selain itu, para kontraktor juga diminta lebih fleksibel dalam pembiayaan, terutama terhadap industri penunjang migas nasional.

Bagi Priyono, langkah ini adalah upaya mengatasi krisis finansial yang kini sudah melebar lintas negara dan lintas sektoral, sehingga butuh penanganan yang juga lintas sektoral. Kebijakan-kebijakan di industri migas seperti tadi merupakan terobosan untuk ikut serta menangani krisis kali ini.

"Kalau bukan sekarang, kapan lagi. Saya yakin para kontraktor punya sense of belonging. Perbankan juga bisa menjemput peluang ini," tuturnya.

Sektor migas merupakan sektor terbesar di Indonesia yang menyumbang 30% penerimaan di APBN.

Pada 2007, ada 167 kontrak kerja sama (KKS) senilai US$ 10,56 miliar dan pada 2009 investasi migas diperkirakan mencapai US$ 11,8 miliar.

(lih/ir)

Info Kurs,berita financial dan ekonomi.
Ketik: REG ECO kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel, Flexi).
Ketik: REG EKO kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Indosat dan Hutch 3).


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk

Baca juga :