Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 16/03/2010 10:02 WIB
Taman Nasional Ujung Kulon Butuh Rp 10 Miliar Per Tahun -
Selasa, 16/03/2010 09:40 WIB
Harga BBM Shell Juga Naik -
Senin, 15/03/2010 19:46 WIB
Buka Rute Jakarta-Medan, Citilink Ambil Pasar Adam Air -
Senin, 15/03/2010 17:19 WIB
Kenaikan Setoran Dividen Tak Akan Ganggu Ekspansi BUMN -
Senin, 15/03/2010 16:40 WIB
Kembangkan Sektor Pangan dan Energi, RI Gandeng Australia -
Senin, 15/03/2010 16:30 WIB
Harga Pertamax Cs Naik Rp 200-500 Per Liter
Indeks Berita
Rabu, 19/11/2008 13:30 WIB
Kontraktor Migas Diminta Simpan Dana di Bank Nasional
Suhendra - detikFinance

(Foto: Alih-detikFinance)
Kepala BP Migas R Priyono menjelaskan, pihaknya akan segera mengeluarkan aturan ini dalam waktu dekat.
"Para kontraktor didorong menggunakan jasa perbankan nasional, termasuk dalam penyimpanan dana sebelum dan sesudah operasi. Termasuk untuk pembayaran pihak ketiga," katanya ketika ditemui di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (19/11/2008).
Sementara di lain pihak, para perbankan juga diminta aktif untuk mendukung industri migas terutama sektor penunjang migas dalam melakukan operasionalnya. Selain itu, para kontraktor juga diminta lebih fleksibel dalam pembiayaan, terutama terhadap industri penunjang migas nasional.
Bagi Priyono, langkah ini adalah upaya mengatasi krisis finansial yang kini sudah melebar lintas negara dan lintas sektoral, sehingga butuh penanganan yang juga lintas sektoral. Kebijakan-kebijakan di industri migas seperti tadi merupakan terobosan untuk ikut serta menangani krisis kali ini.
"Kalau bukan sekarang, kapan lagi. Saya yakin para kontraktor punya sense of belonging. Perbankan juga bisa menjemput peluang ini," tuturnya.
Sektor migas merupakan sektor terbesar di Indonesia yang menyumbang 30% penerimaan di APBN.
Pada 2007, ada 167 kontrak kerja sama (KKS) senilai US$ 10,56 miliar dan pada 2009 investasi migas diperkirakan mencapai US$ 11,8 miliar.
(lih/ir)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- 6 Lapangan Minyak Tua Bisa Tambah Produksi 1.000 Bph
- 29 Kontrak Migas US$ 781,1 Juta Diteken
- Pengusaha Jepang Minta Insentif untuk Proyek Migas
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




