Forum Finance
- Ndpbm... alvian19
- Blok Cepu... densol
- Hitung PPh 21 dengan muda... yukfa
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 17:27 WIB
Obligasi Oto Multiartha Senilai Rp 600 Miliar Sandang Peringkat AA- -
Selasa, 09/02/2010 15:37 WIB
Penjualan Batubara Adaro Naik Tipis 0,73% di 2009 -
Selasa, 09/02/2010 15:18 WIB
DPR Tolak IPO BUMN Perkebunan -
Selasa, 09/02/2010 15:10 WIB
WIKA Likuidasi Anak Usaha -
Selasa, 09/02/2010 14:51 WIB
Luncurkan Online Trading, Danareksa Incar Investor Ritel -
Selasa, 09/02/2010 14:06 WIB
Jasa Marga Incar 2 Ruas Tol Terbengkalai
Indeks Berita
Rabu, 19/11/2008 16:32 WIB
Menkeu: Rumah Tangga Tak perlu Pegang Dolar AS
Wahyu Daniel - detikFinance

(Foto: dok detikFinance)
"Untuk masyarakat rumah tangga yang tidak butuh pegang dolar, harusnya tidak pegang dolar. Tapi kecuali dia punya anak yang kuliah di luar negeri," kata Menkeu sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani ketika ditemui di Kantor Departemen Keuangan, Jakarta, Rabu (19/11/2008).
Diakui Menkeu, faktor utama apresiasi dolar yang tak terbendung ini bukan pada jumlah pasokannya tapi karena para pemegang dolar belum percaya diri untuk melakukan perdagangan (trading).
Namun menurut Menkeu, Bank Sentral AS tetap akan memastikan agar pasokan dolar AS di seluruh dunia tetap tercukupi.
Menkeu juga mengatakan meski nilai rupiah terus melorot hingga 12.000/US$, pemerintah melihat pelemahan ini masih dalam border yang cukup aman. Meski begitu, para pelaku usaha dan masyarakat tetap harus melakukan penyesuai dalam aktivitasnya.
"Kita masih dalam border yang cukup aman. Meskipun berarti pelaku usaha termasuk masyarakat umum, masih harus melakukan penyesuaian terhadap tingkat equilibrium sementara ini," katanya.
Sri Mulyani melihat pelemahan rupiah kali ini tidak seburuk apa yang terjadi dengan mata uang negara lain. Ia mencontohkan Australia, Singapura, Thailand dan India yang koreksi nilai mata uangnya mencapai 30-40%. (lih/ir)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (6 Komentar)
Baca juga :
- Transaksi Dolar AS Minim Pemicu Pelemahan Rupiah
- Kalla Standby Jaga Rupiah di Kantor
- Sesi Siang
Rupiah 12.000/US$, IHSG Tergerus
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



