Forum Finance
- Indonesia Termasuk Salah ... brightsky
- Pengangguran Baru Jadi Fo... BayuDhirga
- numpang tanya yahh ^_^... Lc09
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Rabu, 07/01/2009 17:14 WIB
Pembentukan Bank Khusus Koperasi dan UKM Kembali Diajukan -
Rabu, 07/01/2009 16:30 WIB
BRI Penyalur Terbanyak KUR 2008 -
Rabu, 07/01/2009 15:29 WIB
BI Rate Turun, Bunga Kredit Bank Bisa 14% -
Rabu, 07/01/2009 15:15 WIB
Pemerintah Cari Pendanaan Shibosai Pertengahan 2009 -
Rabu, 07/01/2009 14:51 WIB
BI: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5% di 2009 -
Rabu, 07/01/2009 14:25 WIB
BI Rate Turun, Sinyal Positif Bagi Investor Asing
Indeks Berita
Rabu, 19/11/2008 16:55 WIB
BTN Pilih-pilih Nasabah untuk KPR
Wahyu Daniel - detikFinance

(Foto: dok detikFinance)
Direktur Utama BTN Iqbal Latanro mengatakan BTN masih terus memberikan kreditnya kepada masyarakat, namun selektif.
"Karena kalau tidak (selektif), maka pada tingkat (bunga) seperti ini akan menimbulkan permasalahan atau NPL, karena itu kita perlambat," jelasnya saat dihubungi detikFinance di Jakarta, Rabu (19/11/2008).
Iqbal mengatakan saat ini pertumbuhan kredit BTN sudah tinggi yaitu mencapai 36%. "Tingkat ini merupakan pencapaian yang sangat baik, saat ini kita harus kendalikan tingkat kredit tersebut, kalau tidak bisa muncul masalah," katanya.
Kemudian alasan kedua BTN menahan laju pertumbuhan kreditnya adalah karena belum adanya kepastian mengenai situasi ekonomi ke depan di tengah situasi krisis yang terjadi.
"Ketiga, karena saat ini bunga sudah tinggi, maka banyak orang yang sudah tidak mau ambil kredit," imbuhnya.
Walaupun begitu, Iqbal mengatakan saat ini masih ada nasabah yang mengajukan KPR ke BTN, dan kredit sebenarnya masih bisa bertambah karena permintaan masih cukup besar.
"Tapi kita harus selektif agar tidak ada masalah," pungkasnya.
Sebelumnya Ketua Kadin MS Hidayat di sela-sela mengikuti kunjungan bilateral Presiden SBY dengan Presiden Brazil Luiz Inacio Lula Da Silva di Istana Presiden Palacio Planalto, Brasilia, Selasa (18/11/2008) seperti dilaporkan reporter detikcom, Arifin Asydad mengatakan pengucuran KPR dihentikan sementara, karena nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah.
"Saya mendapat kabar bahwa kredit KPR semua dihentikan, karena ada kesulitan mendapatkan likuiditas di perbankan, sehingga menentukan tingkat suku bunga. Anda tahu deposito sekarang ditawarkan 15% dan lending rate sudah di atas 20%," kata Hidayat.
(dnl/ir)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Perbanas: Pengetatan Kredit Bank Masih Wajar
- Perbankan Lebih Selektif Kucurkan KPR
- BI Rate Tinggi, Kredit Masih Tumbuh 34,6% Selama September
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
