Forum Finance
- Indonesia Termasuk Salah ... brightsky
- Pengangguran Baru Jadi Fo... BayuDhirga
- numpang tanya yahh ^_^... Lc09
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Rabu, 07/01/2009 19:10 WIB
Jumlah Koperasi Bertambah 126 Unit di 2008 -
Rabu, 07/01/2009 18:53 WIB
Pasal 29 RUU JPSK Dinilai Mubazir -
Rabu, 07/01/2009 18:16 WIB
Dana Bergulir akan Disalurkan Lewat BPD, Ventura dan Koperasi -
Rabu, 07/01/2009 17:18 WIB
Stimulus Rp 50 Triliun Jangan Ada Embel-embel Memberatkan -
Rabu, 07/01/2009 16:35 WIB
Pemerintah akan Agresif Rangkul Dana SILPA Pemda -
Rabu, 07/01/2009 12:35 WIB
SPBU Dijamin Tidak Lagi Merugi Akibat Perubahan Harga BBM
Indeks Berita
Rabu, 19/11/2008 17:07 WIB
G20 Jangan Saling Menutup Pintu Masuk Barang Impor
Wahyu Daniel - detikFinance

(Foto: dok detikFinance)
"Kalau semua saling menutup pintu, yang akan terjadi tidak hanya transaksi antar pelaku, tapi juga antar negara akan saling menutup. Ini akan diupayakan terus menerus karena follow up dari pertemuan G20 kita akan bertemu lagi pada 31 April 2009 untuk melaporkan langkah-langkah itu, untuk membangun confidence," tuturnya.
Sri Mulyani mengatakan pada pertemuan G20 di Washington pekan lalu, para peserta melihat secara nyata keadaan ekonomi di AS sangat tidak bagus dimana permintaan impor terhadap barang-barang luar negeri terutama Asia menurun sangat tajam. Untuk negara berkembang, situasi ini membuat permintaan sangat turun dan terbatas.
"Alternatif destination seperti China yang diupayakan pertumbuhan ekonominya terus tumbuh, itu juga mengeluarkan dana sekitar Rp 500 triliun untuk ekspansi. Jadi semua negara ini sekarang sedang berusaha agar slowing down tidak terlalu besar, kalau slowing down sudah pasti tapi diupayakan agar tidak terlalu besar," paparnya.
Artinya, lanjut Sri Mulyani, neraca pembayaran harus disesuaikan karena ekspor turun impor juga harus turun. "Pemerintah sudah melihat persoalan ini dan kita sudah membuat langkah-langkah, apa yang membuat ekspor akan naik dan apa yang membuat impor tidak terlalu tinggi, tapi juga tidak menghambat growth," jelasnya.
Dikatakannya impor konsumsi masih bisa dikurangi saat ini, tapi untuk impor barang modal tidak bisa karena bisa mengurangi aktivitas ekonomi.
"Jadi pasar-pasar alternatif dan pasar-pasar yang masih berpotensi untuk tumbuh tinggi, salah satu yang paling penting dalam komunike leaders atau para Menkeu, pada bagian yang terakhir adalah supaya semua negara tidak melakukan tindakan yang cenderung pada protectionism," katanya.
Karena semua negara menganggap neraca pembayaran mengancam, maka semua negara hanya mau melakukan ekspor dan tidak mau melakukan impor.
"Masa semua negara mau ekspor, enggak ada yang beli dong. Kan kalau dalam bahasa Jawanya bundet atau crowded atau macet. Ini yang akan kita lihat artinya seluruh dunia harus bersama-sama menyelesaikan masalah ini bersama," lanjutnya.
(dnl/ir)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Industri Otomotif AS Memohon Bailout US$ 25 Miliar
- Pemilu Tidak Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi
- Laporan dari Amerika Serikat
SBY: IMF Tetap Kita Perlukan
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
