Forum Finance
- Indonesia Termasuk Salah ... brightsky
- Pengangguran Baru Jadi Fo... BayuDhirga
- numpang tanya yahh ^_^... Lc09
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 08/01/2009 08:48 WIB
Bapepam: MKBD Perusahaan Sekuritas Cenderung Menurun -
Kamis, 08/01/2009 08:38 WIB
Sistem Investor Area Dikeluarkan Februari -
Kamis, 08/01/2009 08:30 WIB
Kasus Sarijaya Bisa Hancurkan Kepercayaan Investor Lokal -
Kamis, 08/01/2009 08:15 WIB
Bapepam Nyatakan Seluruh Direksi Sarijaya Bersalah dan Dicekal -
Kamis, 08/01/2009 08:05 WIB
Rupiah Hati-hati Profit Taking -
Kamis, 08/01/2009 07:50 WIB
IHSG Bisa Kena Imbas Pelemahan Bursa Regional
Indeks Berita
Rabu, 19/11/2008 17:48 WIB
Review IHSG: Tipis dan Ragu-ragu
Nurul Qomariyah - detikFinance

Pada penutupan perdagangan saham Rabu (19/11/2008) IHSG turun 9,505 poin (0,8%) menjadi 1.180,357. Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 33.434 kali, dengan volume 2,011 miliar unit saham, senilai Rp 1,304 triliun.
Berikut review IHSG oleh eTrading Securities:
Indeks kembali ditutup di teritori negatif selama tiga hari berturut-turut dalam pekan ini. Indeks ditutup di level 1.180,357 (-0,79%). Sektor manufaktur (+0,48%) dan consumer (+1,67%) merupakan sektor-sektor yang menahan pelemahan indeks.
Pelaku pasar masih ragu dalam membeli saham seiring fluktuatifnya kondisi di pasar global. Hal ini dapat dilihat dari kecilnya trading value pada perdagangan hari ini yang hanya senilai Rp1,3 trilliun.
Sementara dari hasil public expose SGRO pada hari ini, perseroan menyatakan bahwa produksi sawit perseroan pada tahun depan terancam berkurang lantaran tingginya harga pupuk. Namun mereka tetap optimis pada penjualan tahun depan karena mayoritas penjualan SGRO berbasis lokal.
Sentimen negatif seputar Grup Bakrie kembali membayangi bursa saham hari ini. Sejumlah perusahaan Bakrie seperti BUMI, BNBR, UNSP dan ENRG lagi-lagi terkena auto rejection dan masing-masing ditutup di level Rp860, Rp118, Rp250, dan Rp285.
Penekanan indeks juga dipicu oleh terdepresiasinya nilai rupiah terhadap dollar. Nilai dollar hari ini diperdagangkan di kisaran Rp12.000/US$.
(qom/qom)
Baca juga :
Informasi Pemasangan Iklan:hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
