Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Senin, 15/03/2010 18:12 WIB
Penjualan Indocement Turun 8% di 2009 -
Senin, 15/03/2010 18:07 WIB
Bapepam Siap Pelajari Larangan Rangkap Jabatan Komisaris Dari KPPU -
Senin, 15/03/2010 17:25 WIB
Gosip Mau Diganti, Fuad Rahmany Cuek -
Senin, 15/03/2010 17:11 WIB
Jual SUKRI, Reliance Danai Restorasi Taman Nasional Ujung Kulon -
Senin, 15/03/2010 17:03 WIB
Indocement Tambah 2 Pabrik Semen Senilai US$ 35 Juta -
Senin, 15/03/2010 16:12 WIB
IHSG Cuma Mengukir 3 Poin
Indeks Berita
Rabu, 19/11/2008 17:48 WIB
Review IHSG: Tipis dan Ragu-ragu
Nurul Qomariyah - detikFinance

Pada penutupan perdagangan saham Rabu (19/11/2008) IHSG turun 9,505 poin (0,8%) menjadi 1.180,357. Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 33.434 kali, dengan volume 2,011 miliar unit saham, senilai Rp 1,304 triliun.
Berikut review IHSG oleh eTrading Securities:
Indeks kembali ditutup di teritori negatif selama tiga hari berturut-turut dalam pekan ini. Indeks ditutup di level 1.180,357 (-0,79%). Sektor manufaktur (+0,48%) dan consumer (+1,67%) merupakan sektor-sektor yang menahan pelemahan indeks.
Pelaku pasar masih ragu dalam membeli saham seiring fluktuatifnya kondisi di pasar global. Hal ini dapat dilihat dari kecilnya trading value pada perdagangan hari ini yang hanya senilai Rp1,3 trilliun.
Sementara dari hasil public expose SGRO pada hari ini, perseroan menyatakan bahwa produksi sawit perseroan pada tahun depan terancam berkurang lantaran tingginya harga pupuk. Namun mereka tetap optimis pada penjualan tahun depan karena mayoritas penjualan SGRO berbasis lokal.
Sentimen negatif seputar Grup Bakrie kembali membayangi bursa saham hari ini. Sejumlah perusahaan Bakrie seperti BUMI, BNBR, UNSP dan ENRG lagi-lagi terkena auto rejection dan masing-masing ditutup di level Rp860, Rp118, Rp250, dan Rp285.
Penekanan indeks juga dipicu oleh terdepresiasinya nilai rupiah terhadap dollar. Nilai dollar hari ini diperdagangkan di kisaran Rp12.000/US$.
(qom/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




