Forum Finance
- Indonesia Termasuk Salah ... brightsky
- Pengangguran Baru Jadi Fo... BayuDhirga
- numpang tanya yahh ^_^... Lc09
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 08/01/2009 08:48 WIB
Bapepam: MKBD Perusahaan Sekuritas Cenderung Menurun -
Kamis, 08/01/2009 08:38 WIB
Sistem Investor Area Dikeluarkan Februari -
Kamis, 08/01/2009 08:30 WIB
Kasus Sarijaya Bisa Hancurkan Kepercayaan Investor Lokal -
Kamis, 08/01/2009 08:15 WIB
Bapepam Nyatakan Seluruh Direksi Sarijaya Bersalah dan Dicekal -
Kamis, 08/01/2009 08:05 WIB
Rupiah Hati-hati Profit Taking -
Kamis, 08/01/2009 07:50 WIB
IHSG Bisa Kena Imbas Pelemahan Bursa Regional
Indeks Berita
Rabu, 19/11/2008 18:28 WIB
Imbauan BI untuk Melepas Dolar Kontraproduktif
Wahyu Daniel - detikFinance

Foto: Reuters
Mereka berjaga-jaga untuk kemungkinan terburuk dari nilai rupiah dan sistem penjaminan yang tidak penuh atau blanket guarantee.
"Tidak seharusnya BI selaku bank sentral melontarkan hal itu. Toh sudah menjadi pengetahuan bersama bahwa pasar uang lokal maupun mancanegara sedang alami kekeringan likuiditas valas, utamanya dolar," kata Ketua Komite Tetap Fiskal dan Moneter Kadin Bambang Soesatyo, Rabu (19/11/2008).
Bambang mengatakan bisa dipahami maksud imbauan Gubernur BI itu sebagai kerjasama saling menguntungkan. Namun imbauan itu dinilai dikeluarkan pada waktu yang tidak tepat.
"Menguntungkan bagi publik pemilik dolar AS, juga menguntungkan bagi BI karena bisa menambah volume dolar AS di pasar uang. Namun disampaikan pada waktu yang tidak tepat," ujarnya.
Lebih dari itu, diteruskan Bambang, imbauan Gubernur BI Boediono boleh ditafsirkan bahwa pada posisi kurs rupiah-dolar AS sekarang ini yakni Rp 11.000 -12.000 per dolar AS sebagai titik keseimbangannya dalam periode krisis finansial saat ini.
"Artinya, sekarang saatnya bagi publik pemilik dolar AS melakukan profit-taking, karena proses pelemahan rupiah sudah mencapai limitnya. Namun fakta yang ada justru menjelaskan kepada kita pesan yang sampai pada masyarakat bahwa BI mulai panik karena kekeringan valas," pungkasnya.(dnl/qom)
Komentar terkini (2 Komentar)
Baca juga :
- Rupiah Melemah ke 12.190/US$
- Menkeu: Rumah Tangga Tak perlu Pegang Dolar AS
- Transaksi Dolar AS Minim Pemicu Pelemahan Rupiah
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
