Forum Finance
- Indonesia Termasuk Salah ... brightsky
- Pengangguran Baru Jadi Fo... BayuDhirga
- numpang tanya yahh ^_^... Lc09
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 08/01/2009 08:48 WIB
Bapepam: MKBD Perusahaan Sekuritas Cenderung Menurun -
Kamis, 08/01/2009 08:38 WIB
Sistem Investor Area Dikeluarkan Februari -
Kamis, 08/01/2009 08:30 WIB
Kasus Sarijaya Bisa Hancurkan Kepercayaan Investor Lokal -
Kamis, 08/01/2009 08:15 WIB
Bapepam Nyatakan Seluruh Direksi Sarijaya Bersalah dan Dicekal -
Kamis, 08/01/2009 08:05 WIB
Rupiah Hati-hati Profit Taking -
Kamis, 08/01/2009 07:50 WIB
IHSG Bisa Kena Imbas Pelemahan Bursa Regional
Indeks Berita
Kamis, 20/11/2008 10:30 WIB
Saham BUMI Bisa Turun ke Rp 600
Irna Gustia - detikFinance
(Foto: Indro-detikFinance)
Pada pembukaan perdagangan saham pukul 09.30 JATS, Kamis (20/11/2008) saham BUMI langsung anjlok terkena auto rejection batas bawah hingga turun Rp 80 atau 9,3% menjadi Rp 780 per saham.
"Batas support (bawah) saham BUMI sekarang di Rp 600-800 dan resistance (atas) di Rp 1.250 per saham. Jika harga saham BUMI sudah demikian rendah baru investor berani membelinya," kata analis saham dari BNI Securities Alfatih, ketika dihubungi detikFinance, Kamis (20/11/2008).
Alfatih mengakui memang banyak investor yang sedang menunggu saham BUMI di harga bawah untuk melakukan pembelian. "Investor yang membeli saat ini berpikir jangka panjang saham BUMI akan pulih lagi dalam 1-2 tahun karena BUMI merupakan emiten terbesar batubara," ujar Alfatih.
Secara jangka panjang BUMI yang memproduksi batubara lebih dari 40 juta ton per tahun ini memiliki potensi yang bagus. Terlebih kebutuhan batubara dalam negeri untuk PLN yang tiap tahun terus bertambah.
Namun produksi yang besar itu terkalahkan dengan aksi korporasi induk perusahaannya yang berbuntut pada kesulitan likuiditas.
Masih banyaknya aksi jual saham BUMI, lanjut Alfatih, kemungkinan akibat aksi forced sell (paksa jual) karena pelaku pasar membutuhkan likuiditas.
Selain itu ada sentimen negatif saham BUMI untuk penyelesaian repo saham, yang terus menerus membuat pasar memilih melepas sahamnya. Menurutnya, aksi jual saham BUMI baru akan mereda jika ada perubahan signifikan dalam pengelolaan masalah utang di perusahaan itu.
Berapa harga wajar saham BUMI? "Kalau kondisi seperti sekarang susah untuk menilai harga wajar sahamnya semuanya berubah sangat cepat," ujar Alfatif.
Saham BUMI sempat mencapai rekor tertinggi,-- mengikuti kenaikan harga minyak--, pada Juni 2008 yang ada di level Rp 8.750 per saham. Ketika itu kata Alfatif support (batas bawah) harga saham BUMI ada di level Rp 3.000 per saham.
Berikut harga terendah saham BUMI tiap tahun dalam satu dasawarsa terakhir adalah:
- 2007 Rp 6.000
- 2006 Rp 700
- 2005 Rp 760
- 2004 Rp 800
- 2003 Rp 500
- 2002 Rp 20
- 2001 Rp 30
- 2000 Rp 170
- 1999 Rp 275
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
Informasi Pemasangan Iklan:hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
