Berita Lain

Indeks Berita





Kamis, 20/11/2008 10:43 WIB
BII Tambah Provisi Kredit Kendaraan Bermotor
Indro Bagus SU - detikFinance



Foto: Indro Bagus/detikFinance
Jakarta - PT Bank Internasional Indonesia (BII) Tbk menambah provisi bagi kredit bermasalah untuk kendaraan bermotor sebagai salah satu kebijakan perseroan menghadapi risiko kredit bank yang ketat.

"Dalam kondisi risiko kredit bank yang ketat, BII membentuk tambahan provisi kredit kendaraan bermotor," ujar Wakil Presiden Direktur BII, Sukatmo Padmosukarso dalam paparan publik di Intercontinnental, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Kamis (20/11/2008).

Pada triwulan III-2008, porsi kredit otomotif BII sebesar Rp 5,833 triliun, naik 11,63% dibanding posisi akhir triwulan II-2008 sebesar Rp 5,225 triliun. Rasio NPL bruto sepanjang triwulan III berhasil dipertahankan di level 2,85% sama dengan posisi di triwulan II-2008.

Rasio NPL bersih pada triwulan III-2008 sebesar 1,45%, turun tipis dari posisi triwulan II-2008 di level 1,53%. Kendati demikian, perseroan tetap menyiapkan provisi tambahan bagi kredit kendaraan bermotor untuk mengantisipasi ketatnya kredit bank hingga akhir tahun.

Sayangnya, Sukatmo belum menyebutkan berapa besar tambahan provisi yang disiapkan perseroan.

Pergeseran Portofolio Nasabah


Selain itu, Sukatmo mengatakan bahwa akibat tingginya tingkat suku bunga deposito yang dipicu oleh naiknya suku bunga Bank Indonesia (BI Rate), telah terjadi pergeseran portofolio Giro dan Tabungan nasabah ke Deposito.

"Pergeseran simpanan telah terjadi dari Giro dan Tabungan ke Deposito karena suku bunga meningkat," ujar Sukatmo.

Pada triwulan II-2008, posisi Giro sebesar Rp 11,606 triliun, posisi Tabungan sebesar Rp 6,836 triliun dan posisi Deposito sebesar Rp 23,234 triliun. Komposisi Giro dan Tabungan sekitar 44% berbanding Deposito sekitar 56% dari total Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 41,676 triliun.

Pada triwulan III-2008, posisi Giro menurun 37,44% menjadi Rp 7,260 triliun, posisi Tabungan naik 46,94% menjadi Rp 10,045 triliun dan posisi Deposito naik 7% menjadi Rp 24,861 triliun.

Komposisi Giro dan Tabungan berbanding dengan Deposito pun berubah menjadi 41%(Giro dan Tabungan) berbanding 59% (Deposito) dari total DPK sebesar Rp 42,166 triliun pada akhir triwulan III-2008.(dro/qom)
Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk

Baca juga :

Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518