Forum Finance
- Indonesia Termasuk Salah ... brightsky
- Pengangguran Baru Jadi Fo... BayuDhirga
- numpang tanya yahh ^_^... Lc09
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 08/01/2009 07:30 WIB
4 Negara Siapkan Standby Loan US$ 5,5 Miliar untuk RI -
Rabu, 07/01/2009 19:10 WIB
Jumlah Koperasi Bertambah 126 Unit di 2008 -
Rabu, 07/01/2009 18:53 WIB
Pasal 29 RUU JPSK Dinilai Mubazir -
Rabu, 07/01/2009 18:16 WIB
Dana Bergulir akan Disalurkan Lewat BPD, Ventura dan Koperasi -
Rabu, 07/01/2009 17:18 WIB
Stimulus Rp 50 Triliun Jangan Ada Embel-embel Memberatkan -
Rabu, 07/01/2009 16:35 WIB
Pemerintah akan Agresif Rangkul Dana SILPA Pemda
Indeks Berita
Kamis, 20/11/2008 18:55 WIB
RI Siap Ekspor Gula di 2009
Wahyu Daniel - detikFinance
-dalam.jpg)
(Foto: Reuters)
Pemerintah merencanakan kebijakan ekspor komoditas seperti gula dan beras ini sebagai salah satu jalan untuk antisipasi krisis ekonomi yang akan mulai menimpa sektor riil.
Hal ini dikatakan oleh Deputi Menko Perekonomian bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi ketika ditemui di kantor Menteri Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (20/11/2008).
"Kita cari ekspor dong. Harusnya bisa untuk ekspor. Saya kira kita akan cari peluang dengan sangat serius untuk itu karena di satu sisi pasar dunia masih tetap terbuka dan kita punya produksi yang bisa masuk ke pasar dunia," tutur Bayu.
Bayu mengatakan pemerintah melihat potensi yang kuat di sektor pangan yakni beras dan gula. Kedua komoditas tersebut diperkirakan akan mengalami surplus yang cukup besar.
Dipaparkannya surplus gula domestik saat ini sangat besar. Dari PTPN saja naik satu juta ton naik jadi 2,7 juta ton.
"Padahal, konsumsi dalam negeri tidak banyak berubah yakni antara 250 ribu ton hingga 300 ribu ton per bulan. Jika ditambah kebutuhan industri total kebutuhan gula nasional hanya 3,5 juta ton," tambahnya.
Sedangkan total produksi gula (kristal putih dan rafinasi) mencapai 4,2 juta ton. Namun, dia mengingatkan pelaksanaan ekspor hanya bisa dilakukan bila kebutuhan dalam negeri terpenuhi.
"Mengekspor kebutuhan seperti beras dan gula harus lihat kebutuhan dalam negeri dulu agar dalam negeri stabil. Jika jumlah stabil dan tidak ada masalah, baru kita ekspor," paparnya.
Namun Bayu tidak bisa menyebutkan kemungkinan pasar bagi komoditas alternatif tersebut. Pemerintah masih melakukan penjajakan untuk pasarnya.
(dnl/ir)
Komentar terkini (1 Komentar)
Baca juga :
- Tak Ada Marjin Laba, Bulog Siap Kontrak Distribusi Gula
- Bulog Jadi Distributor Gula Bukan Untuk Monopoli
- Restrukturisasi Mesin Dorong Investasi Mesin Gula
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
