Forum Finance
- Indonesia Termasuk Salah ... brightsky
- Pengangguran Baru Jadi Fo... BayuDhirga
- numpang tanya yahh ^_^... Lc09
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 08/01/2009 08:59 WIB
Mantan Kapolri Sutanto Jadi Komisaris Utama Pertamina -
Kamis, 08/01/2009 07:30 WIB
4 Negara Siapkan Standby Loan US$ 5,5 Miliar untuk RI -
Rabu, 07/01/2009 19:10 WIB
Jumlah Koperasi Bertambah 126 Unit di 2008 -
Rabu, 07/01/2009 18:53 WIB
Pasal 29 RUU JPSK Dinilai Mubazir -
Rabu, 07/01/2009 18:16 WIB
Dana Bergulir akan Disalurkan Lewat BPD, Ventura dan Koperasi -
Rabu, 07/01/2009 17:18 WIB
Stimulus Rp 50 Triliun Jangan Ada Embel-embel Memberatkan
Indeks Berita
Kamis, 20/11/2008 21:34 WIB
Minyak Anjlok di Bawah US$ 50
Nurul Qomariyah - detikFinance

Foto: Reuters
Pada perdagangan Kamis (20/11/2008), minyak jenis light untuk pengiriman Desember di New York Mercantile Exchange merosot hingga 3,71 dolar ke level US$ 49,91 per barel. Ini adalah level terendah sejak Januari 2007.
Sementara minyak jenis Brent juga merosot hingga 3,10 dolar ke level US$ 48,62 per barel.
Seiring melambatnya perekonomian di berbagai belahan dunia, permintaan minyak mentah juga terus turun. Perusahaan-perusahaan minyak bahkan berencana untuk menyimpan jutaan barel minyaknya untuk sementara dengan harapan ekonomi akan membaik.
Seperti dikutip dari Reuters, para broker pengapalan mengatakan, pialang Koch dan Royal Dutch Shell telah mem-booking supertanker yang bisa menyimpan hingga 10 juta barel minyak, melebihi produksi Arab Saudi dalam sehari.
Harga minyak sepanjang tahun ini sangat bergejolak. Sempat menembus titik tertingginya di US$ 147 per barel, harga minyak kini sudah menukik tajam. Penurunan hingga menembus level psikologis US$ 50 per barel, terjadi bersamaan dengan kejatuhan bursa-bursa Asia pada hari ini.
"Pelemahan di pasar saham merefleksikan melemahnya perekonomian untuk kedepan, namun saya kira tren umum minyak akan turun," jelas kepala riset Sucden, Michael Davies seperti dikutip dari Reuters.
"Ini seperti masalah telur dan ayam. Segala sesuatunya bergerak bersama, dan sulit untuk mengatakan siapa yang lebih dahulu," imbuhnya.
Bursa-bursa Asia dan Eropa hari ini mencatat penurunan tajam, setelah Wall Street kemarin turun ke level terendah dalam 5,5 tahun terakhir. Tokyo merosot 6,89%, Hong Kong turun 4%, Seoul anjlok 6,7% dan Sydney turun 4,2%, Jakarta turun 2,15%.
Sementara bursa-bursa Eropa juga dibuka melemah. London dibuka turun 2,39%, Frankfurt melemah 2,90% dan Paris turun 3,35%.
(qom/qom)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
Informasi Pemasangan Iklan:hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
