Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 18/03/2010 16:49 WIB
Saham Asuransi Dayin Mitra Masuk UMA -
Kamis, 18/03/2010 16:32 WIB
Bayan Incar 1 Tambang Batubara di Kalimantan -
Kamis, 18/03/2010 16:11 WIB
Asing Tampung Aksi Jual Investor Lokal, IHSG Terhempas 19 Poin -
Kamis, 18/03/2010 15:37 WIB
Waspadai Arus Penarikan Modal Asing di Triwulan III-2010 -
Kamis, 18/03/2010 14:31 WIB
Pefindo Naikkan Peringkat Obligasi Danareksa -
Kamis, 18/03/2010 14:23 WIB
Megapolitan Development Tunda IPO
Indeks Berita
Jumat, 21/11/2008 08:03 WIB
Rupiah Pagi Turun ke 12.200/US$
Irna Gustia - detikFinance

(Foto: dok detikFinance)
Pada perdagangan valas pukul 07.45 WIB, Jumat (21/11/2008) data CNBC menunjukkan rupiah pagi ini telah melemah 250 poin ke posisi 12.200 per dolar AS.
Posisi rupiah pagi ini melemah signifikan jika dibandingkan Kamis kemarin (20/11/2008) yang masih di level 11.945 per dolar AS.
Terus munculnya kabar buruk dari kelanjutan krisis global membuat pelaku pasar memilih menahan dolarnya yang berakibat pada minimnya transaksi valas di pasar uang.
Makin banyaknya pabrik tutup memberikan indikasi ekonomi Indonesia rentan terhadap krisis. Akibatnya dolar AS dianggap sebagai mata uang yang aman di saat krisis seperti saat ini terlebih pemerintah AS juga sedang giat mencari pendanaan untuk pemulihan ekonominya.
Sementara mata uang dolar AS pada penutupan perdagangan valas Kamis waktu AS (20/11/2008) lagi-lagi mengambil kesempatan atas pelemahan hampir semua mata uang global.
Euro ditutup turun ke posisi 1,2458 dolar As dibanding hari sebelumnya 1,2508 dolar AS. Sedangkan terhadap mata uang Jepang, dolar AS melemah ke 93,82 yen dari hari sebelumnya 95,77 yen.
Pemerintah Indonesia mengatakan telah mengalami rugi kurs untuk pembayaran utang luar negerinya karena melemahnya rupiah. Meski jumlah utang dalam valas tetap, namun rupiah yang diperlukan untuk pembelian dolar AS kian mahal.
(ir/ir)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- Rupiah Ditarik ke 11.945/US$
- Sesi Siang
Rupiah dan IHSG Turun Banyak - Rupiah Terus Melaju di 12.000/US$
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




