Forum Finance
- Indonesia Termasuk Salah ... brightsky
- Pengangguran Baru Jadi Fo... BayuDhirga
- numpang tanya yahh ^_^... Lc09
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 08/01/2009 08:48 WIB
Bapepam: MKBD Perusahaan Sekuritas Cenderung Menurun -
Kamis, 08/01/2009 08:38 WIB
Sistem Investor Area Dikeluarkan Februari -
Kamis, 08/01/2009 08:30 WIB
Kasus Sarijaya Bisa Hancurkan Kepercayaan Investor Lokal -
Kamis, 08/01/2009 08:15 WIB
Bapepam Nyatakan Seluruh Direksi Sarijaya Bersalah dan Dicekal -
Kamis, 08/01/2009 08:05 WIB
Rupiah Hati-hati Profit Taking -
Kamis, 08/01/2009 07:50 WIB
IHSG Bisa Kena Imbas Pelemahan Bursa Regional
Indeks Berita
Jumat, 21/11/2008 08:03 WIB
Rupiah Pagi Turun ke 12.200/US$
Irna Gustia - detikFinance

(Foto: dok detikFinance)
Pada perdagangan valas pukul 07.45 WIB, Jumat (21/11/2008) data CNBC menunjukkan rupiah pagi ini telah melemah 250 poin ke posisi 12.200 per dolar AS.
Posisi rupiah pagi ini melemah signifikan jika dibandingkan Kamis kemarin (20/11/2008) yang masih di level 11.945 per dolar AS.
Terus munculnya kabar buruk dari kelanjutan krisis global membuat pelaku pasar memilih menahan dolarnya yang berakibat pada minimnya transaksi valas di pasar uang.
Makin banyaknya pabrik tutup memberikan indikasi ekonomi Indonesia rentan terhadap krisis. Akibatnya dolar AS dianggap sebagai mata uang yang aman di saat krisis seperti saat ini terlebih pemerintah AS juga sedang giat mencari pendanaan untuk pemulihan ekonominya.
Sementara mata uang dolar AS pada penutupan perdagangan valas Kamis waktu AS (20/11/2008) lagi-lagi mengambil kesempatan atas pelemahan hampir semua mata uang global.
Euro ditutup turun ke posisi 1,2458 dolar As dibanding hari sebelumnya 1,2508 dolar AS. Sedangkan terhadap mata uang Jepang, dolar AS melemah ke 93,82 yen dari hari sebelumnya 95,77 yen.
Pemerintah Indonesia mengatakan telah mengalami rugi kurs untuk pembayaran utang luar negerinya karena melemahnya rupiah. Meski jumlah utang dalam valas tetap, namun rupiah yang diperlukan untuk pembelian dolar AS kian mahal.
(ir/ir)
Baca juga :
- Rupiah Ditarik ke 11.945/US$
- Sesi Siang
Rupiah dan IHSG Turun Banyak - Rupiah Terus Melaju di 12.000/US$
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
