Forum Finance
- Indonesia Termasuk Salah ... brightsky
- Pengangguran Baru Jadi Fo... BayuDhirga
- numpang tanya yahh ^_^... Lc09
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 08/01/2009 09:53 WIB
Laporan dari Arab Saudi
16 Kloter Haji Terakhir Mudik 9 Januari -
Kamis, 08/01/2009 09:44 WIB
Israel Gencarkan Serangan di Gaza Selatan -
Kamis, 08/01/2009 09:18 WIB
Rumah Kos Jati Pulo Terbakar
2 Penghuni Selamat Setelah Lompat dari Lantai 2 -
Kamis, 08/01/2009 09:16 WIB
H-1 Pemulangan, Total Jamaah Haji Meninggal 437 Orang -
Kamis, 08/01/2009 09:04 WIB
Rumah Kos Jati Pulo Terbakar
Saksi Mata: Api Berkobar Pukul 03.00 WIB, Kabel Listrik Menyala-nyala -
Kamis, 08/01/2009 09:00 WIB
Menkeh Dati Ngantor Kembali, Ayah Bayinya Belum Terkuak
Indeks Berita
Jumat, 21/11/2008 10:20 WIB
Senjata Nuklir Kemungkinan Digunakan di Masa Mendatang
Rita Uli Hutapea - detikFinance

AFP
Demikian prediksi intelijen AS seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (21/11/2008).
"Dunia di masa mendatang kemungkinan akan mengalami peningkatan konflik atas kelangkaan sumber daya, termasuk pangan dan air, dan akan dihantui oleh perlawanan negara-negara barbar dan kelompok teroris dengan akses lebih besar ke senjata nuklir," demikian laporan intelijen AS.
"Meluasnya kesenjangan dalam rasio angka kelahiran dan kemakmuran dengan kemiskinan, serta dampak perubahahan iklim yang tak seimbang bisa semakin memperparah ketegangan," demikian disimpulkan intelijen AS.
Dalam laporan itu juga ditekankan risiko terjadinya adu senjata nuklir di Timur Tengah. Sejumlah negara berpikiran untuk mengembangkan atau mendapatkan teknologi untuk membuat senjata nuklir.
"Dalam 15-20 tahun ke depan, reaksi atas keputusan Iran tentang program nuklirnya akan menyebabkan sejumlah negara regional mengintensifkan upaya untuk secara aktif mengembangkan senjata nuklir," demikian intelijen AS.
Laporan berjudul "Global Trends 2025 - a Transformed World" itu setebal 121 halaman. Laporan itu diproduksi oleh Dewan Intelijen Nasional, badan analis komunitas intelijen AS.(ita/iy)
Komentar terkini (1 Komentar)
Baca juga :
- Sikap Obama Soal Nuklir Iran Dikritik Prancis
- Prancis: Konflik Nuklir Iran Bikin Situasi Kian Berbahaya
- Khawatir Serangan Balasan, AS Larang Israel Serang Iran
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
