Forum Finance
- Indonesia Termasuk Salah ... brightsky
- Pengangguran Baru Jadi Fo... BayuDhirga
- numpang tanya yahh ^_^... Lc09
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 08/01/2009 08:59 WIB
Mantan Kapolri Sutanto Jadi Komisaris Utama Pertamina -
Kamis, 08/01/2009 07:30 WIB
4 Negara Siapkan Standby Loan US$ 5,5 Miliar untuk RI -
Rabu, 07/01/2009 19:10 WIB
Jumlah Koperasi Bertambah 126 Unit di 2008 -
Rabu, 07/01/2009 18:53 WIB
Pasal 29 RUU JPSK Dinilai Mubazir -
Rabu, 07/01/2009 18:16 WIB
Dana Bergulir akan Disalurkan Lewat BPD, Ventura dan Koperasi -
Rabu, 07/01/2009 17:18 WIB
Stimulus Rp 50 Triliun Jangan Ada Embel-embel Memberatkan
Indeks Berita
Jumat, 21/11/2008 17:20 WIB
BUMN Rentan Krisis akan Diawasi Pemerintah
Suhendra - detikFinance

(Foto: dok detikFinance)
Selain itu, terhadap BUMN-BUMN yang terkait langsung dengan gejolak harga komoditi tambang, komoditas perkebunan, manufaktur akan dilakukan langkah-langkah mitigasi agar BUMN tersebut bisa selamat dari terpaat krisis.
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Menteri Negara BUMN Said Didu di gedung Garuda Jakarta, Jumat (21/11/2008
“Saya minta semua deputi untuk mengawasi BUMN, yang terganggu itu kan komoditas, tambang, agro. Itu betul-betul mitigasinya harus tinggi. Begitu juga manufaktur seperti KS,” ujarnya.
Said Didu juga mengatakan masalah investasi BUMN yang menggunakan dolar AS akan dilakukan evaluasi agar proses pendanaan bisa lebih efisien. Meskipun ia menolak kalau hal ini diartikan sebagai langkah mengurangi belanja biaya BUMN, melainkan sebagai pengendalian biaya.
“Bukan mengurangi pembelanjaan, mengendalikan cost. Bukan mengurangi biaya, tapi mengendalikan biaya. Kita sedang evaluasi semua. Tentang investasi yang menggunakan mata uang asing,” ujarnya.
Dalam hal ini ia menegaskan kalau investasi BUMN sekarang ini harus diperhatikan antara keseimbangan harga produksi dengan cost of money yang mencakup bunga pinjaman dalam setiap investasi termasuk mata uang dollar.
“Kalau itu harganya turun cost of money akan naik. Susah mencari dolar AS. Itu kira-kira berapa cost of money. Kalau harga lebih besar dari cost of money nggak apa-apa investasi. Harga baja tinggal 30% dari harga normal,” jelasnya.(hen/ir)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Awas, Serbuan Tenaga Kerja Asing!
- 13.000 Karyawan Masuk Daftar Tunggu PHK
- Krisis Global Jangan Munculkan Proteksionisme
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
