Berita Lain

Indeks Berita





Jumat, 21/11/2008 17:20 WIB
BUMN Rentan Krisis akan Diawasi Pemerintah
Suhendra - detikFinance



(Foto: dok detikFinance)
Jakarta - Pemerintah akan mengawasi super ketat terhadap BUMN-BUMN yang berisiko tinggi terhadap dampak  gejolak krisis keuangan termasuk masalah investasi berbasis mata uang asing seperti dolar AS.

Selain itu, terhadap BUMN-BUMN yang terkait langsung dengan gejolak harga komoditi tambang, komoditas perkebunan, manufaktur akan dilakukan langkah-langkah mitigasi agar BUMN tersebut bisa selamat dari terpaat krisis.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Menteri Negara BUMN Said Didu di gedung Garuda Jakarta, Jumat (21/11/2008

“Saya minta semua deputi untuk mengawasi BUMN, yang terganggu itu kan komoditas, tambang, agro. Itu betul-betul mitigasinya harus tinggi. Begitu juga manufaktur seperti KS,” ujarnya.

Said Didu juga mengatakan masalah investasi BUMN yang menggunakan dolar AS akan dilakukan evaluasi agar proses pendanaan bisa lebih efisien. Meskipun ia menolak kalau hal ini diartikan sebagai langkah mengurangi belanja biaya BUMN, melainkan sebagai pengendalian biaya.

“Bukan mengurangi pembelanjaan, mengendalikan cost. Bukan mengurangi biaya, tapi mengendalikan biaya. Kita sedang evaluasi semua. Tentang investasi yang menggunakan mata uang asing,” ujarnya.

Dalam hal ini ia menegaskan kalau investasi BUMN sekarang ini harus diperhatikan antara keseimbangan harga produksi dengan cost of money yang mencakup bunga pinjaman dalam setiap investasi termasuk  mata uang dollar.

“Kalau itu harganya turun cost of money akan naik. Susah mencari dolar AS. Itu kira-kira berapa cost of money. Kalau harga lebih besar dari cost of money nggak apa-apa investasi. Harga baja tinggal 30% dari harga normal,” jelasnya.(hen/ir)
Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk

Baca juga :

Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518