Forum Finance
- Indonesia Termasuk Salah ... brightsky
- Pengangguran Baru Jadi Fo... BayuDhirga
- numpang tanya yahh ^_^... Lc09
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 08/01/2009 08:59 WIB
Mantan Kapolri Sutanto Jadi Komisaris Utama Pertamina -
Kamis, 08/01/2009 07:30 WIB
4 Negara Siapkan Standby Loan US$ 5,5 Miliar untuk RI -
Rabu, 07/01/2009 19:10 WIB
Jumlah Koperasi Bertambah 126 Unit di 2008 -
Rabu, 07/01/2009 18:53 WIB
Pasal 29 RUU JPSK Dinilai Mubazir -
Rabu, 07/01/2009 18:16 WIB
Dana Bergulir akan Disalurkan Lewat BPD, Ventura dan Koperasi -
Rabu, 07/01/2009 17:18 WIB
Stimulus Rp 50 Triliun Jangan Ada Embel-embel Memberatkan
Indeks Berita
Sabtu, 22/11/2008 16:04 WIB
MS Hidayat Calon Tunggal Ketum Kadin 2008-2013
Suhendra - detikFinance

(Foto: dok detikFinance)
Hal ini disampaikan oleh, Wakil Ketua SC Munas V Kadin dan Ketua Komite Tetap Fiskal dan Moneter Kadin Indonesia Bambang Soesatyo, kepada detikFinance, Sabtu (22/11/2008).
"Meski MS Hidayat masih bersama Presiden SBY di luar negeri, namun dapat dipastikan MS Hidayat merupakan calon tunggal ketum Kadin 2008-2013 pada Munas V Kadin 21-23 Desember 2008 di JCC Hotel Sultan. Sebab, hingga detik terakhir pukul 17.00 Jumat kemarin batas pendaftaran, hanya MS Hidayat yg menyerahkan berkas," ungkap Bambang.
Menurut Bambang dalam Munas nanti, akan fokus membahas dalam rangka mengambil momentum mencari solusi jangka pendek mengatasi imbas krisis keuangan dunia usaha. Termasuk yang paling dihadapi didepan mata soal terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Rencanannya Munas itu akan dibuka oleh Presiden SBY dan ditutup oleh Wapres Jusuf Kalla.
"Kadin mengingatkan pada pemerintah bahwa akhir tahun ini akan banyak perusahaan nasional mengalami kerugian valas dan membukukan angka merah," serunya.
Selain itu, lanjut Bambang, dalam enam bulan berikutnya Kadin juga meminta pemerintah
mengantisipasi terjadinya ledakan PHK yang berujung meningkatnya NPL atau kredit macet disemua bidang pembiayaan.
"Harus segera dicarikan terobosan jalan keluar untuk menyelamatkan usaha para pelaku usaha, dari yang besar hingga mikro," pintanya.(hen/ir)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Kadin Tuntut 3 Kebijakan Energi
- Kadin Usul Tambahan Subsidi Sektor Riil Rp 10 Triliun
- Kadin Desak Produk Impor Konsumtif Dikenakan Disinsentif
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
