Forum Finance
- Indonesia Termasuk Salah ... brightsky
- Pengangguran Baru Jadi Fo... BayuDhirga
- numpang tanya yahh ^_^... Lc09
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 08/01/2009 08:05 WIB
Rupiah Hati-hati Profit Taking -
Kamis, 08/01/2009 07:50 WIB
IHSG Bisa Kena Imbas Pelemahan Bursa Regional -
Kamis, 08/01/2009 07:36 WIB
Rekening Nasabah Sarijaya akan Dipindahkan ke Sekuritas Lain -
Kamis, 08/01/2009 07:28 WIB
Suspensi Sarijaya Belum akan Dicabut Dalam Waktu Dekat -
Kamis, 08/01/2009 07:17 WIB
Wall Street Anjlok Lagi -
Rabu, 07/01/2009 19:10 WIB
Bapepam-APEI Samakan Persepsi Ketentuan Verifikasi Dana dan Efek
Indeks Berita
Minggu, 23/11/2008 10:54 WIB
BHP Billiton Batal, Antam Siapkan Pabrik Feni IV
Indro Bagus SU - detikFinance

"Kerjasama dengan BHP Billiton kan tidak jadi, sedangkan kami sudah punya KP (kuasa penambangan) di sana. Jadi rencananya kami akan bangun Feni IV," ungkap Corporate Secretary ANTM, Bimo Budi Satriyo saat dihubungi detikFinance, Minggu (23/11/2008).
Pada Februari 2007, ANTM dan BHP Billiton asal Australia menandatangani perjanjian kerjasama menggarap tambang nikel ANTM di Halmahera (Maluku Utara) dan Pulau Gag (Papua Barat). Nilai kerjasama tersebut ditaksir bisa mencapai US$ 4 miliar untuk mambangun pabrik pengolahan Hydro Metallurgy.
Namun akibat beberapa alasan, BHP Billiton mundur dari proyek tersebut. Oleh karena sudah memiliki KP di kawasan Buli, Halmahera, sebagaimana dikatakan Bimo, perseroan memutuskan mengganti proyek Buli menjadi proyek Feni IV.
"Jika semuanya lancar, studi kelayakan Feni IV akan dilakukan tahun depan. Masuk tahap konstruksi mungkin tahun 2010-2011," jelas Bimo.
Sayangnya, Bimo belum dapat menyebutkan nilai investasi pembangunan pabrik Feni IV lantaran belum masuk sampai tahap penghitungan investasi. "Nilainya belum dihitung. Masih awal sekali. Kapasitas Feni IV juga belum ditetapkan," ujar Bimo.
Saat ini ANTM telah memiliki tiga buah pabrik pengolahan feronikel, yakni Feni I, Feni II dan Feni III. Semuanya berlokasi di Pomalaa, Sulawesi Tenggara, jauh dari lokasi Feni IV di Halmahera.
Bimo mengatakan, ketika Feni III dibangun pada tahun 2003, nilai investasinya sekitar US$ 320 juta untuk kapasitas terpasang 14.000 ton FeNi. Itu pun sudah termasuk murah, mengingat kurs mata uang saat itu dan infrastruktur yang sudah tersedia karena sudah ada pabrik Feni I dan II.
"Kalau untuk Feni IV pastinya akan jauh lebih besar. Sebab di Buli kami belum memiliki infrastruktur sama sekali. jadi investasinya harus termasuk untuk pembangunan infrastruktur," jelas Bimo.(dro/dro)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- BHP Billiton Mundur dari Proyek Antam di Buli
- Triwulan III-2008
Laba Aneka Tambang Merosot 58% - Antam Kaji Kembali Pembelian Saham Herald
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
