Forum Finance
- Indonesia Termasuk Salah ... brightsky
- Pengangguran Baru Jadi Fo... BayuDhirga
- numpang tanya yahh ^_^... Lc09
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Rabu, 07/01/2009 17:14 WIB
Pembentukan Bank Khusus Koperasi dan UKM Kembali Diajukan -
Rabu, 07/01/2009 16:30 WIB
BRI Penyalur Terbanyak KUR 2008 -
Rabu, 07/01/2009 15:29 WIB
BI Rate Turun, Bunga Kredit Bank Bisa 14% -
Rabu, 07/01/2009 15:15 WIB
Pemerintah Cari Pendanaan Shibosai Pertengahan 2009 -
Rabu, 07/01/2009 14:51 WIB
BI: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5% di 2009 -
Rabu, 07/01/2009 14:25 WIB
BI Rate Turun, Sinyal Positif Bagi Investor Asing
Indeks Berita
Sabtu, 29/11/2008 17:24 WIB
Keputusan Ambil Alih Bank Century Tak Tepat
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance

Foto: Anton Supit (Nurseffi)
"Pemerintah seharusnya belajar dari pengalaman krisis 1998 ketika Bantuan Likuiditas Bank indonesia (BLBI) digelontorkan kepada perbankan nasional dan itu masih menyisakan beban baik di APBN maupun di hukum. Lagipula walaupun BLBI dikucurkan pekerja tetap di-PHK," ujar Presiden Organisasi Pekerja Indonesia Yanuar Rizky dalam diskusi di Galeri Cafe, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta, Sabtu (29/11/2008).
Menurut Yanuar, dalam kondisi seperti ini sektor riil menjadi sektor yang paling penting untuk dibantu.
"Kita minta pemerintah untuk membantu sektor riil. Jika sektor riilnya tertolong maka sektor perbankan dan keuangan pun akan ikut bergerak," jelasnya.
Hal senada diungkapkan Sekjen Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Anton Supit. Ia menilai perbaikan sektor riil akan sangat membantu keadaan ekonomi indonesia saat ini.
"Ini membantu namun kurang menarik bagi para CEO di finansial. Padahal bursa ada karena sektor riil berjalan," katanya.(ddn/ddn)
Baca juga :
- Nasabah Bank Century Keluhkan Deposito Tak Bisa Cair
- Kasus Bank Century Bisa Jadi Pemicu BLBI Jilid II
- BI Siap Diperiksa Kasus Century
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
