Forum Finance
- The market is manipulated... investor1
- Chinese Government Wants ... investor1
- Bernanke Threatens US Eco... investor1
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 03/07/2009 16:12 WIB
IHSG Berubah Arah Raih 9 Poin -
Jumat, 03/07/2009 14:20 WIB
Belanja Modal Jasa Marga Baru Terserap di Bawah 50% -
Jumat, 03/07/2009 13:58 WIB
Pengguna Investor Area Baru 150 Orang -
Jumat, 03/07/2009 13:29 WIB
Bapepam Siap Lempar Wacana Demutualisasi BEI ke Publik -
Jumat, 03/07/2009 13:24 WIB
Kuartal II-2009 Rupiah Terapresiasi 9,99% -
Jumat, 03/07/2009 12:40 WIB
FREN Digugat Global Mediacom
Indeks Berita
Senin, 01/12/2008 07:10 WIB
Ancora Ambil Alih Utang Bakrie ke JP Morgan US$ 72 Juta
Indro Bagus SU - detikFinance

Foto: Reuters
Jakarta -
Setelah Northstar Pacific Partners Ltd mengambil alih sebagian besar utang PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) ke Odickson Finance, kini giliran Ancora Capital Management mengambil alih seluruh utang perseroan ke JP Morgan. BNBR punya opsi buy back ke Ancora.
"Ya, Ancora telah mengambil alih seluruh utang Bakrie ke JP Morgan," ujar Direktur BNBR, Dileep Srivastava kepada detikFinance, Minggu (30/11/2008) malam.
Pada Juli 2008, BNBR menggadaikan 581.440.678 saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada JP Morgan senilai US$ 150 juta. Pinjaman dengan bunga LIBOR + 6,5% per tahun tersebut jatuh tempo pada Juli 2010.
Hingga 17 November 2008, BNBR telah mencicil sebanyak US$ 78 juta. Sisa utang BNBR ke JP Morgan sebanyak US$ 72 juta.
"Konfirmasi mengenai pengambilalihan ini kami peroleh Jumat lalu," ujar Dileep.
Dengan demikian, 2,99% saham BUMI yang digadaikan ke JPMorgan kini beralih ke Ancora Capital. Begitu juga dengan sisa utang BNBR ke JP Morgan sebesar US$ 72 juta beralih ke Ancora Capital.
"Bakrie memiliki opsi membeli kembali saham-saham tersebut," jelas Dileep.
Pada 28 November 2008, Northstar juga telah mengambil alih sebagian besar utang BNBR ke Odickson Finance senilai US$ 572 juta. BNBR menyelesaikan utang-utangnya secara bertahap dengan mengutamakan utang-utang bernilai triliunan kepada kreditur asing.
"Ini merupakan bagian dari komitmen Bakrie untuk menyelesaikan seluruh utang
kami kepada asing," ujar Dileep.
Utang BNBR kepada Odickson awalnya sebesar US$ 1,086 miliar ke Odickson Finance dan baru dibayar US$ 118,7 juta sehingga tersisa US$ 967 juta. Namun menurut Direktur Keuangan BNBR Yuanita Rohali, sisa utang BNBR ke Odickson yang sebesar semula memang mencapai US$ 967 juta itu turun menjadi US$ 742 juta seiring melemahnya nilai tukar rupiah atas dolar AS.
Utang ke ICICI
Selain utang pada Oddickson dan JP Morgan, BNBR masih memiliki utang pada ICICI. Pada Juli 2008, BNBR menggadaikan 697.347.458 (3,59%) saham BUMI kepada ICICI senilai US$ 150 juta. Pinjaman dengan bunga LIBOR + 4,75% per tahun tersebut jatuh tempo pada Juli 2010.
Hingga 17 November 2008, BNBR telah mencicil sebesar US$ 45,5 juta. Sisa utang BNBR ke ICICI sebesar US$ 104,5 juta. Saat ini perseroan sedang melakukan pembicaraan dengan pihak yang akan mengambil alih utang tersebut. Sayangnya, Dileep masih belum dapat mengungkapkan siapa pihak tersebut.
"Pembicaraan masih berlangsung. Akan kami informasikan segera," ujar Dileep.
(dro/qom)
Info Kurs,berita financial dan ekonomi.
Ketik: REG ECO kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel, Flexi).
Ketik: REG EKO kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Indosat dan Hutch 3).
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Ancora Ambil Alih Utang Bakrie ke JP Morgan US$ 72 Juta
Indro Bagus SU - detikFinance

Foto: Reuters
"Ya, Ancora telah mengambil alih seluruh utang Bakrie ke JP Morgan," ujar Direktur BNBR, Dileep Srivastava kepada detikFinance, Minggu (30/11/2008) malam.
Pada Juli 2008, BNBR menggadaikan 581.440.678 saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada JP Morgan senilai US$ 150 juta. Pinjaman dengan bunga LIBOR + 6,5% per tahun tersebut jatuh tempo pada Juli 2010.
Hingga 17 November 2008, BNBR telah mencicil sebanyak US$ 78 juta. Sisa utang BNBR ke JP Morgan sebanyak US$ 72 juta.
"Konfirmasi mengenai pengambilalihan ini kami peroleh Jumat lalu," ujar Dileep.
Dengan demikian, 2,99% saham BUMI yang digadaikan ke JPMorgan kini beralih ke Ancora Capital. Begitu juga dengan sisa utang BNBR ke JP Morgan sebesar US$ 72 juta beralih ke Ancora Capital.
"Bakrie memiliki opsi membeli kembali saham-saham tersebut," jelas Dileep.
Pada 28 November 2008, Northstar juga telah mengambil alih sebagian besar utang BNBR ke Odickson Finance senilai US$ 572 juta. BNBR menyelesaikan utang-utangnya secara bertahap dengan mengutamakan utang-utang bernilai triliunan kepada kreditur asing.
"Ini merupakan bagian dari komitmen Bakrie untuk menyelesaikan seluruh utang
kami kepada asing," ujar Dileep.
Utang BNBR kepada Odickson awalnya sebesar US$ 1,086 miliar ke Odickson Finance dan baru dibayar US$ 118,7 juta sehingga tersisa US$ 967 juta. Namun menurut Direktur Keuangan BNBR Yuanita Rohali, sisa utang BNBR ke Odickson yang sebesar semula memang mencapai US$ 967 juta itu turun menjadi US$ 742 juta seiring melemahnya nilai tukar rupiah atas dolar AS.
Utang ke ICICI
Selain utang pada Oddickson dan JP Morgan, BNBR masih memiliki utang pada ICICI. Pada Juli 2008, BNBR menggadaikan 697.347.458 (3,59%) saham BUMI kepada ICICI senilai US$ 150 juta. Pinjaman dengan bunga LIBOR + 4,75% per tahun tersebut jatuh tempo pada Juli 2010.
Hingga 17 November 2008, BNBR telah mencicil sebesar US$ 45,5 juta. Sisa utang BNBR ke ICICI sebesar US$ 104,5 juta. Saat ini perseroan sedang melakukan pembicaraan dengan pihak yang akan mengambil alih utang tersebut. Sayangnya, Dileep masih belum dapat mengungkapkan siapa pihak tersebut.
"Pembicaraan masih berlangsung. Akan kami informasikan segera," ujar Dileep.
(dro/qom)
Info Kurs,berita financial dan ekonomi.
Ketik: REG ECO kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel, Flexi).
Ketik: REG EKO kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Indosat dan Hutch 3).
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
