Forum Finance
- Indonesia Termasuk Salah ... brightsky
- Pengangguran Baru Jadi Fo... BayuDhirga
- numpang tanya yahh ^_^... Lc09
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 08/01/2009 16:05 WIB
Bulog Cetak Surplus Rp 85 Miliar di 2008 -
Kamis, 08/01/2009 15:14 WIB
Proyek Departemen PU 2009 Serap 1,1 Juta Tenaga Kerja -
Kamis, 08/01/2009 14:48 WIB
Penerima Raskin 2009 Susut Jadi 17,09 Juta RTS -
Kamis, 08/01/2009 13:59 WIB
BLT 2009 Hanya untuk Januari dan Februari -
Kamis, 08/01/2009 13:40 WIB
Depkeu dan KPK Bentuk Tim Investigasi Rekening Liar -
Kamis, 08/01/2009 13:25 WIB
Produk Berlogo KAN Lebih Mudah Masuk Arab Saudi
Indeks Berita
Selasa, 02/12/2008 13:20 WIB
Subsidi Perumahan Ditambah Rp 1 Triliun Tahun 2009
Wahyu Daniel - detikFinance

Foto: Dok detikcom
Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani mengatakan di 2009 pemerintah dalam APBN meningkatkan subsidi perumahan sebesar Rp 1,8 triliun dari anggaran sebelumnya Rp 800 miliar di 2008.
"Kemudian berbagai subsidi di sektor pertanian ditingkatkan di 2009. Subsidi pertanian ditingkatkan ke Rp 33,4 triliun dari Rp 27,6 triliun di 2008, yang peruntukkannya untuk pangan Rp 12,9 triliun, pupuk Rp 17,1 triliun, benih Rp 1,4 triliun dan KUR Rp 1,4 triliun," paparnya dalam rapat dengan Komisi XI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/12/2008).
Sri Mulyani mengatakan guna menyerap tenaga kerja pemerintah di 2009 juga meningkatkan anggaran belanja kementerian menjadi Rp 322,3 triliun dari Rp 290 triliun di 2008.
Kemudian belanja modal di 2009 dianggarkan lebih dari Rp 90 triliun yang diperuntukkan kepada pembangunan jalan dan jembatan, pelabuhan, irigasi pertanian, jaringan listrik, lintasan kereta api dan telekomunikasi. Hal ini untuk menyerap tenaga kerja lewat proyek-proyek infrastruktur.
"Semua subsidi ini untuk stimulus sektor riil agar aktivitas ekonomi tetap bisa meningkat meski ada penurunan pertumbuhan ekonomi akibat imbas krisis global," tuturnya.(dnl/qom)
Komentar terkini (1 Komentar)
Baca juga :
- Jual Premium Rp 5.500, Pemerintah Untung Gopek per Liter
- ICP Capai US$ 50/Barel, Asumsi RAPBN 2009 akan Diubah
- Pembiayaan Defisit 2009 Andalkan Utang Bilateral dan Multilateral
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
