Forum Finance
- Indonesia Termasuk Salah ... brightsky
- Pengangguran Baru Jadi Fo... BayuDhirga
- numpang tanya yahh ^_^... Lc09
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 08/01/2009 13:48 WIB
Bank BUMN Diminta Transparan Soal Dana Rekapitalisasi -
Kamis, 08/01/2009 13:15 WIB
KPK Pertanyakan Dana Rekapitulasi 4 Bank BUMN -
Kamis, 08/01/2009 09:40 WIB
2009, BI Makin Fokus ke Konsolidasi Perbankan -
Kamis, 08/01/2009 09:35 WIB
Penurunan BI Rate Belum Seret Bunga Kredit Bank -
Kamis, 08/01/2009 09:29 WIB
DPK Perbankan Nasional Bisa Tumbuh 12%-13% di 2009 -
Kamis, 08/01/2009 09:21 WIB
DPK Bank Century Anjlok Rp 3,5 Triliun
Indeks Berita
Selasa, 02/12/2008 14:17 WIB
Pendanaan Makin Mahal dan Sulit
Wahyu Daniel - detikFinance

Tingkat Imbal Hasil SUN RI vs AS
Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani mengatakan hingga 28 Oktober 2008, kurva obligasi negara untuk valas naik 500 bps dan untuk rupiah naik 300 bps.
"Krisis keuangan global yang terjadi terasa dampaknya pada kondisi pasar obligasi, karena pasar obligasi internasional sangat volatile akibat arus modal dunia yang membingunkan. Ini menyebabkan hampir semua bond kita terkoreksi 30%, bahkan ada yang sampai 40%," tuturnya dalam rapat dengan Komisi XI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/12/2008).
Sri Mulyani mengatakan dengan kondisi seperti ini pembiayaan melalui global bond menjadi semakin mahal dan financing pemerintah (APBN) maupun swasta menjadi mahal dan sulit.
Dalam paparannya tersebut, terungkap pada 28 November 2008 yield obligasi negara dengan tenor 5 tahun mencapai 15,287%, tenor 10 tahun mencapai 15,583%, untuk tenor 30 tahun mencapai 16,135% dan untuk obligasi internasional INDO-10 mencapai 12,427%.
Selain itu dalam kesempatan tersebut Sri Mulyani juga mengatakan krisis global yang terjadi mulai terasa dampaknya di Indonesia pada September-November 2008 dimana harga saham (IHSG) terkoreksi tajam.
"Periode Januari-November 2008 harga saham terdepresiasi atau terkoreksi 55,53%. Sementara untuk rupiah terdepresiasi 35,6%, dari di bawah Rp 9.500/US$ sekarang di kisaran Rp 12.000 ke atas," paparnya.
(dnl/qom)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Pemerintah Tunda Penerbitan Sukuk Valas
- Tempat Favorit Keluarnya Dana Investor Asing
- SUN dan Sukuk Mulai Ditawari ke Pemda Tahun Depan
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
