Forum Finance
- Indonesia Termasuk Salah ... brightsky
- Pengangguran Baru Jadi Fo... BayuDhirga
- numpang tanya yahh ^_^... Lc09
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 08/01/2009 16:05 WIB
Bulog Cetak Surplus Rp 85 Miliar di 2008 -
Kamis, 08/01/2009 15:14 WIB
Proyek Departemen PU 2009 Serap 1,1 Juta Tenaga Kerja -
Kamis, 08/01/2009 14:48 WIB
Penerima Raskin 2009 Susut Jadi 17,09 Juta RTS -
Kamis, 08/01/2009 13:59 WIB
BLT 2009 Hanya untuk Januari dan Februari -
Kamis, 08/01/2009 13:40 WIB
Depkeu dan KPK Bentuk Tim Investigasi Rekening Liar -
Kamis, 08/01/2009 13:25 WIB
Produk Berlogo KAN Lebih Mudah Masuk Arab Saudi
Indeks Berita
Selasa, 02/12/2008 15:57 WIB
Industri Furniture Diusulkan Dapat Penghapusan PPN
Suhendra - detikFinance

Foto: Wahyu Daniel/detikFinance
"Yang jelas padat karya termasuk furnitur, kita masih lihat teknis seperti apa karena uangnya terbatas," kata Dirjen Industri Agro dan Kimia Departemen Perindustrian (Depperin) Benny Wahyudi di gedung depperin, Jakarta, Selasa (2/11/2008).
Benny mengatakan mengenai dana yang akan dialokasi disektor ini pihaknya masih melakukan perhitungan dan menunggu masukan dari pihak asosiasi mengenai kemungkinan cocok atau tidak bagi sektor ini diterapkan penghapusan PPN.
Dikatakannya, penerapan penghapusan PPN (DTP) tidak melulu diterapkan sebagai insentif di sektor ini namun bisa juga diterapkan insentif lain diantaranya kredit ekspor, bea masuk ditanggung pemerintah (BM DTP) dan lain-lain.
Ia mencontohkan untuk BM DTP sudah diterapkan untuk beberapa produk industri seperti bahan baku sorbitol (bahan baku pasta gigi), bahan baku susu dan lain-lain.
"Kalau hasilnya bagus (BMDTP) tahun depan bisa jadi diperluas, akan dilanjutkan," ujarnya.
Sementara itu Ketua Umum Asmindo Ambar Tjahyono mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik rencana penerapan penghapusan PPN terutama bagi bahan bakau rotan yang selama ini menjadi bahan baku utama industri furniture.
"Kita tidak minta banyak, karena dananya pun terbatas ya paling tidak kita bisa mendapat Rp 500 miliar," ujarnya.(hen/qom)
Baca juga :
- Industri Mebel RI Boros Kayu
- Furnitur Rotan Alam Tergerus Rotan Plastik
- Pasar Lesu, Pemerintah Yakin Ekspor Furniture Tak Terpuruk
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
