Berita Lain

Indeks Berita





Selasa, 02/12/2008 16:53 WIB
Industri Furnitur Gagal Ekspor US$ 150 Juta
Suhendra - detikFinance



(Foto: Wahyu-detikfinance)
Jakarta - Sebanyak 20 perusahaan furnitur mengalami penundaan pesanan yang nilai potensi kerugianya mencapai US$ 70 juta. Bahkan jika ditambah dengan beberapa pembatalan ekspor nilainya mencapai US$ 150 juta. Penundaan itu terjadi sejak triwulan ketiga 2008.

Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Asmindo Ambar Tjahyono saat ditemui di gedung Departemen Perindustrian (Depperin), Selasa (2/11/2008).

Ambar menjelaska kinerja indusri furnitur hingga triwulan III-2008 mencapai  volume 520.019.858 unit dengan nilai US$ 1,23 miliar. Sedangkan pada tahun 2007 pada periode yang sama mencapai 527.629.696 unit dengan nilai US$ 1,159 miliar atau mengalami kenaikan 6,5%.

"Tahun 2006 sampai 2007 mengalami kenaikan 9%, dengan nilai US$ 2 miliar ditambah kerajinan US$ 600 juta," katanya.

Ambar juga memastikan komposisi ekspor pasar furnitur ke AS sebanyak 30% akan melorot hingga 15% saja dari total seluruh ekspor pada tahun ini.

Sementara itu produsen furnitur dalam negeri berhasil menggaet komitmen pembiayaan ekspor (L/C) dari salah satu bank terbesar di China khusus untuk produk furniture yang akan diekspor.

Komitmen pembiyaan ini diharapkan bisa mendongkrak ekspor furnitur Indonesia di tengah kesulitan likuiditas untuk proses pembukaan letter of credit (L/C). "Kita sudah ada kesepakatan pembiayaan untuk L/C, banknya asal China untuk ekspor furnitur kita, ini lobi secara pribadi," katanya.(hen/ir)
Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk

Baca juga :

Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518