Forum Finance
- Indonesia Termasuk Salah ... brightsky
- Pengangguran Baru Jadi Fo... BayuDhirga
- numpang tanya yahh ^_^... Lc09
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 08/01/2009 16:12 WIB
Bapepam Periksa Direksi Hingga Pegawai Sarijaya -
Kamis, 08/01/2009 16:10 WIB
Bursa Regional Benamkan IHSG 18 Poin -
Kamis, 08/01/2009 15:59 WIB
Sinarmas dan Trimegah Incar Sarijaya -
Kamis, 08/01/2009 15:02 WIB
Repo Saham BUMI Libatkan 7 Broker -
Kamis, 08/01/2009 14:06 WIB
Nasabah Saham Sarijaya Diminta Serahkan Bukti Kepemilikan Dana -
Kamis, 08/01/2009 14:01 WIB
Katarina Utama akan Listing Setelah Alfamart
Indeks Berita
Rabu, 03/12/2008 09:45 WIB
S&P: Peringkat Mobile-8 Default
Irna Gustia - detikFinance

Peringkat Mobile-8 dinyatakan default karena perusahaan dinilai tidak memiliki likuiditas yang cukup untuk pembayaran utang obligasinya senilai US$ 100 juta yang jatuh tempo pada 2013, dan harus segera dibeli kembali (buy back) menyusul terjadinya perubahan pemegang saham.
Penurunan peringkat menjadi default ini juga sebagai dampak perlambatan pertumbuhan dan ketatnya kredit yang banyak dialami perusahaan di Asia dan negara lain selama krisis ini.
S&P memangkas peringkat Mobile sebanyak lima notches dari 'CC' menjadi 'D' setelah perusahaan dinilai kesulitan dala mempercepat pembayaran pelunasan obligasi karena adanya perubahan dalam pengendalian perusahaan.
Hal ini terkait dengan langkah pemegang saham utamanya PT Global Mediacom Tbk yang menjual 32% sahamnya ke Jerash Investment, investor yang berasal dari Timur Tengah. Dengan penjualan tersebut Global Mediacom tidak lagi menjadi pengendali utama yang ujungnya juga terkait dengan percepatan pembayaran obligasi US$ 100 juta. Utang obligasi ini merupakan 57% dari total utang Mobile-8.
"Meski perusahaan telah diberi waktu sampai pertengahan Desember untuk pembelian obligasi tersebut, nampaknya hal itu sulit dilakukan karena perseroan tidak memiliki likuiditas yang cukup dan butuh waktu yang fleksibel untuk melakukan pembayaran," kata analis S&P Manuel Guerena dalam siaran persnya.
Pada perdagangan Rabu (3/12/2008), saham FREN stagnan Rp 50.(ir/qom)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Laba Perusahaan Hary Tanoe Triwulan III-2008 Turun
- Mobile-8 Terseret Kebangkrutan Lehman Brothers
- Peringkat FREN Diturunkan
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
