Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Rabu, 17/03/2010 11:38 WIB
BKPM Minta Menara Telekomunikasi Dibuka Untuk Asing -
Rabu, 17/03/2010 11:27 WIB
Bakrie Cs Resmi Kuasai 24% Saham Newmont -
Rabu, 17/03/2010 10:04 WIB
Korsel Serius Garap Sektor Energi di Indonesia -
Rabu, 17/03/2010 10:02 WIB
PGN Pangkas Jatah Gas ke PLTGU Muara Tawar -
Rabu, 17/03/2010 07:39 WIB
Distribusi Tertutup BBM Bersubsidi Diuji Coba di Bangka -
Selasa, 16/03/2010 10:25 WIB
BPS: Kenaikan TDL 15% Tak Banyak Pengaruhi Inflasi
Indeks Berita
Rabu, 03/12/2008 09:50 WIB
26.000 Buruh Tekstil di Jabar Dirumahkan
Erna Mardiana - detikFinance

Foto: Suhendra/detikFinance
"Sekarang ini kita harap-harap cemas dan berdoa semoga krisis sekarang bisa kita lewati," ujar Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jabar Ade Sudrajat saat dihubungi detikbandung, Rabu (3/12/2008).
Menurutnya krisis finansial global saat ini memaksa pengusaha di Jabar untuk merumahkan para karyawannya. Sebelumnya Ade mengatakan industri pertekstilan di dunia merosot sebesar 30 persen akibat krisis.
"Merumahkan karyawan tak bisa dihindari. Sejak awal November lalu hingga sekarang ini, sekitar 26 ribu buruh di Jabar yang dirumahkan," ungkapnya.
Ketika ditanya apakah jumlah ini akan bertambah pada 2009 nanti, Ade menyatakan dirinya enggan memprediksi. "Saya engga mau prediksi. Takut. Doakan saja industri tekstil kita bisa bertahan," katanya. (ern/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)
Baca juga :
- Gelombang PHK Tak Bisa Dihindari
- Industri Alat Musik Masih Aman dari PHK
- Pemerintah Minta Karyawan Kontrak Segera Diangkat
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




