Forum Finance
- Indonesia Termasuk Salah ... brightsky
- Pengangguran Baru Jadi Fo... BayuDhirga
- numpang tanya yahh ^_^... Lc09
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 08/01/2009 16:05 WIB
Bulog Cetak Surplus Rp 85 Miliar di 2008 -
Kamis, 08/01/2009 15:14 WIB
Proyek Departemen PU 2009 Serap 1,1 Juta Tenaga Kerja -
Kamis, 08/01/2009 14:48 WIB
Penerima Raskin 2009 Susut Jadi 17,09 Juta RTS -
Kamis, 08/01/2009 13:59 WIB
BLT 2009 Hanya untuk Januari dan Februari -
Kamis, 08/01/2009 13:40 WIB
Depkeu dan KPK Bentuk Tim Investigasi Rekening Liar -
Kamis, 08/01/2009 13:25 WIB
Produk Berlogo KAN Lebih Mudah Masuk Arab Saudi
Indeks Berita
Rabu, 03/12/2008 11:12 WIB
Qantas Jajaki Merger dengan British Airways
Nurul Qomariyah - detikFinance

Foto: Reuters
"Qantas Airways mengkonfirmasi sedang mengeksplorasi potensi merger dengan British Airways Plc melalui struktur perusahaan dual-listed," ujar Qantas dalam pernyataannya seperti dikutip dari Reuters, Rabu (3/12/2008).
Namun Qantas tidak bisa memastikan apakah pembicaraan merger itu akan berakhir pada sebuah kesepakatan. BA pada tahun 1993 telah mengakuisisi 25% saham Qantas. Namun 11 tahun kemudian, BA menjual lagi saham Qantas.
Selain dengan BA, Qantas dikabarkan akan melakukan merger dengan maskapai Spanyol, Iberia. Namun untuk merger dengan Iberia ini, Qantas belum bisa memberikan konfirmasinya.
Namun jika merger antara Qantas, BA dan Iberia terjadi, maka akan terbentuk sebuah maskapai terbesar di dunia.
Saham BA langsung melonjak hingga 164,1 pence, sebelum akhirnya ditutup naik 12,5% menjadi 157,1 pence.
Sementara BA menyatakan, merger itu akan dilakukan melalui pembentukan perusahaan yang listing di dua negara yakni London dan Australia. Pemerintah Australia sendiri sudah mengindikasikan akan memberikan kelonggaran untuk kepemilikan asing. Sesuai UU Australia, Qantas harus mempertahankan kepemilikan lokal hingga 51%.
(qom/ir)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- RUU Penerbangan Diharapkan Bisa Cabut Larangan Terbang UE
- Larangan Terbang UE
Maskapai Nasional Perlu Konsolidasi - UE Masih Melarang, RI Dipersilakan Ngadu ke WTO
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
