Berita Lain

Indeks Berita





Rabu, 03/12/2008 11:56 WIB
Pemerintah Siapkan Tiga Langkah Batasi Impor
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance



Foto: dok detikFinance
Cikarang - Pemerintah menyiapkan tiga langkah untuk menghadang lonjakan produk impor yang masuk ke dalam negeri. Mulai dari membatasi impor produk tertentu, menutup beberapa pelabuhan untuk kegiatan ekspor impor hingga pengenaan tarif khusus pada barang-barang tertentu.

Demikian disampaikan Menteri Perindustrian Fahmi Idris usai peresmian pabrik terbesar se-Asia milik Unilever di Cikarang, Rabu (3/12/2008).

Menurutnya, gelombang impor produk ini bisa membludak seiring menciutnya pasar dunia dan makin kompetitifnya kegiatan ekonomi.

"Dengan persaingan yang makin tajam, Indonesia melakukan antisipasi dengan menutup beberapa pelabuhan. Jadi hanya beberapa yang bisa untuk ekspor dan impor barang," katanya.

Selain mengurangi jumlah pelabuhan untuk kegiatan ekspor dan impor, pemerintah juga mewaspadai produk-produk impor yang masuk secara ilegal. Menurut Fahmi, saat krisis mewabah, pasar di negara-negara utama seperti AS dan Eropa akan menciut.

Sehingga banyak produsen yang mengalihkan produknya ke negara-negara berkembang termasuk Indonesia yang memiliki potensi pasar yang besar karena jumlah penduduknya. Namun barang-barang tersebut tidak semuanya masuk secara legal. Sebagian produk dikhawatirkan masuk secara ilegal.

"Sebentar lagi kita juga akan operasi gabungan untuk melakukan penghadangan barang-barang yang diselundupkan," tambahnya.

Tak hany aitu, pemerintah juga akan menerapkan tarif khusus bagi produk tertentu yang dianggap akan mengancam industri dalam negeri seperti baja. "Kita kenakan tarif khusus terhadap barang-barang yang hantam produk dalam negeri seperti baja," katanya.

Fahmi mengakui, pengenaan tarif khusus bisa berpotensi 'menyerempet' aturan WTO (World Trade Organisation). Namun pemerintah harus melakukan perlindungan terhadap industri nasional untuk menjaga pertumbuhan dan kegiatan ekonomi nasional.

"Sehingga ini mungkin akan berdampak pada perjanjian WTO, sebab kalau tidak negara bisa kolaps dalam menjaga pertumbuhan dan kegiatan ekonomi. Beberapa kegiatan ekonomi memang kadang menyerempet WTO. Untuk meninkatkan daya saing, Indonesia juga akan kasih dana insentif," katanya.

(lih/qom)
Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk

Baca juga :

Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518