Forum Finance
- Indonesia Termasuk Salah ... brightsky
- Pengangguran Baru Jadi Fo... BayuDhirga
- numpang tanya yahh ^_^... Lc09
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 08/01/2009 16:05 WIB
Bulog Cetak Surplus Rp 85 Miliar di 2008 -
Kamis, 08/01/2009 15:14 WIB
Proyek Departemen PU 2009 Serap 1,1 Juta Tenaga Kerja -
Kamis, 08/01/2009 14:48 WIB
Penerima Raskin 2009 Susut Jadi 17,09 Juta RTS -
Kamis, 08/01/2009 13:59 WIB
BLT 2009 Hanya untuk Januari dan Februari -
Kamis, 08/01/2009 13:40 WIB
Depkeu dan KPK Bentuk Tim Investigasi Rekening Liar -
Kamis, 08/01/2009 13:25 WIB
Produk Berlogo KAN Lebih Mudah Masuk Arab Saudi
Indeks Berita
Rabu, 03/12/2008 11:56 WIB
Pemerintah Siapkan Tiga Langkah Batasi Impor
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance

Foto: dok detikFinance
Demikian disampaikan Menteri Perindustrian Fahmi Idris usai peresmian pabrik terbesar se-Asia milik Unilever di Cikarang, Rabu (3/12/2008).
Menurutnya, gelombang impor produk ini bisa membludak seiring menciutnya pasar dunia dan makin kompetitifnya kegiatan ekonomi.
"Dengan persaingan yang makin tajam, Indonesia melakukan antisipasi dengan menutup beberapa pelabuhan. Jadi hanya beberapa yang bisa untuk ekspor dan impor barang," katanya.
Selain mengurangi jumlah pelabuhan untuk kegiatan ekspor dan impor, pemerintah juga mewaspadai produk-produk impor yang masuk secara ilegal. Menurut Fahmi, saat krisis mewabah, pasar di negara-negara utama seperti AS dan Eropa akan menciut.
Sehingga banyak produsen yang mengalihkan produknya ke negara-negara berkembang termasuk Indonesia yang memiliki potensi pasar yang besar karena jumlah penduduknya. Namun barang-barang tersebut tidak semuanya masuk secara legal. Sebagian produk dikhawatirkan masuk secara ilegal.
"Sebentar lagi kita juga akan operasi gabungan untuk melakukan penghadangan barang-barang yang diselundupkan," tambahnya.
Tak hany aitu, pemerintah juga akan menerapkan tarif khusus bagi produk tertentu yang dianggap akan mengancam industri dalam negeri seperti baja. "Kita kenakan tarif khusus terhadap barang-barang yang hantam produk dalam negeri seperti baja," katanya.
Fahmi mengakui, pengenaan tarif khusus bisa berpotensi 'menyerempet' aturan WTO (World Trade Organisation). Namun pemerintah harus melakukan perlindungan terhadap industri nasional untuk menjaga pertumbuhan dan kegiatan ekonomi nasional.
"Sehingga ini mungkin akan berdampak pada perjanjian WTO, sebab kalau tidak negara bisa kolaps dalam menjaga pertumbuhan dan kegiatan ekonomi. Beberapa kegiatan ekonomi memang kadang menyerempet WTO. Untuk meninkatkan daya saing, Indonesia juga akan kasih dana insentif," katanya.
(lih/qom)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- AS Sudah Resesi Sejak Desember 2007
- Penurunan Ekspor ke AS dan China Paling Anjlok
- Belanja Iklan Anjlok Ancam Industri Media Massa
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
