Forum Finance
- Indonesia Termasuk Salah ... brightsky
- Pengangguran Baru Jadi Fo... BayuDhirga
- numpang tanya yahh ^_^... Lc09
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 08/01/2009 16:12 WIB
Bapepam Periksa Direksi Hingga Pegawai Sarijaya -
Kamis, 08/01/2009 16:10 WIB
Bursa Regional Benamkan IHSG 18 Poin -
Kamis, 08/01/2009 15:59 WIB
Sinarmas dan Trimegah Incar Sarijaya -
Kamis, 08/01/2009 15:02 WIB
Repo Saham BUMI Libatkan 7 Broker -
Kamis, 08/01/2009 14:06 WIB
Nasabah Saham Sarijaya Diminta Serahkan Bukti Kepemilikan Dana -
Kamis, 08/01/2009 14:01 WIB
Katarina Utama akan Listing Setelah Alfamart
Indeks Berita
Rabu, 03/12/2008 12:52 WIB
Hadapi Krisis Global, Unilever Berbekal Pengalaman Krisis 1997
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance

Foto: Nurseffi/detikFinance
Hal tersebut disampaikan Human Resources and Corporate Relations UNVR Josef Bataona disela-sela peresmian pabrik baru Unilever terbesar se-Asia di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Rabu (3/12/2008).
"Pengalaman 1997/1998 itu tetap memberi bekal kepada kita apa yang perlu dilakukan kalau menghadapi krisis seperti ini," katanya.
Salah satu upaya untuk menghadapi krisis kali ini adalah dengan melakukan efisiensi. Biaya-biaya perjalanan yang tidak perlu dikurangi, dan perseroan mulai menggiatkan teleconference ataupun video conference.
"Jika kita merasa gemuk, kita cari jalan untuk menguranginya dengan berdiet. Kita mengurangi hal-hal yang tidak perlu, supaya tetap clean," tambah Josef.
Ia menjelaskan, Unilever sudah 75 tahun berdiri di Indonesia dan dalam masa tersebut telah melewati beberapa krisis.
"Setiap kali krisis kita amati ada perusahaan yang lari meninggalkan Indonesia, ada yang tutup pindah ke negara lain. Tapi Unilever Indonesia selama 75 tahun seberapa sulit keadaan ekonomi, kita tetap stay. Karena kita tahu konsumen sangat mengharapkan kehadiran kita," jelasnya.
Atas alasan itulah, Unilever tidak menghentikan investasinya meski krisis membuat sejumlah perusahaan harus melakukan efisiensi. Pembangunan pabrik terbesar se-Asia itu juga dilakukan Unilever untuk jangka panjang, bukan hanya jangka pendek.
Namun demikian, mengingat daya beli masyarakat yang melemah seiring terjadinya krisis, Unilever akan menyiasatinya dengan menghadirkan produk-produk yang terjangkau harganya tanpa melupakan kualitas. "Karena kualitas sangat penting," tegasnya.
PT Unilever Indonesia Tbk meresmikan pabrik perawatan kulit (skin care)-nya terbesar di Asia. Pabrik yang berlokasi di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang ini dibangun dengan investasi awal Rp 500 miliar.
Menurut Josef, investasi awal itu didanai dari keuangan internal. "Dana kita sangat cukup untuk biaya investasi, kita tidak pinjam bank," jelasnya.
Produksi Unilever sebanyak 4-5% per tahun dari nilai penjualan ditujukan untuk ekspor, dan sisanya ke pasar dalam negeri. Unilever dalam 15 tahun terakhir mempertahankan pertumbuhan dua digit, dan untuk 9 bulan pertama tahun 2009 sudah mencatat pertumbuhan 20%.
(qom/ir)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Laba Unilever Tembus Rp 2 Triliun
- Unilever Naikkan Harga Produk Kosmetik
- Unilever Bagi Dividen 83,5%
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
