Forum Finance
- Indonesia Termasuk Salah ... brightsky
- Pengangguran Baru Jadi Fo... BayuDhirga
- numpang tanya yahh ^_^... Lc09
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 08/01/2009 16:05 WIB
Bulog Cetak Surplus Rp 85 Miliar di 2008 -
Kamis, 08/01/2009 15:14 WIB
Proyek Departemen PU 2009 Serap 1,1 Juta Tenaga Kerja -
Kamis, 08/01/2009 14:48 WIB
Penerima Raskin 2009 Susut Jadi 17,09 Juta RTS -
Kamis, 08/01/2009 13:59 WIB
BLT 2009 Hanya untuk Januari dan Februari -
Kamis, 08/01/2009 13:40 WIB
Depkeu dan KPK Bentuk Tim Investigasi Rekening Liar -
Kamis, 08/01/2009 13:25 WIB
Produk Berlogo KAN Lebih Mudah Masuk Arab Saudi
Indeks Berita
Rabu, 03/12/2008 14:30 WIB
Puluhan SPBU Pertamina Diskors
Alih Istik Wahyuni - detikFinance

Foto: Dok detikcom
Menurut Ketua Hiswana Migas Nur Adib menjelaskan, skorsing terjadi di sejumlah wilayah seperti DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan Sulawesi.
"Kalau di seluruh Indonesia mungkin bisa sampai 50 SPBU. Di Sumatera Selatan saja sampai 19 SPBU. Belum di daerah lainnya," katanya ketika dihubungi detikFinance, Rabu (3/12/2008).
Bagi Nur Adib, tindakan Pertamina ini sangat tidak adil, karena sesungguhnya pengusaha SPBU juga dirugikan dengan adanya penurunan harga yang tidak diimbangi penyesuaian marjin.
"Ini sangat tidak adil, masak kita harus beli dengan harga Rp 6.000 lalu jual dengan Rp 5.500. Marjinnya kecil banget lagi, gimana jadinya ini?! Masak orang dagang disuruh rugi, kalau nggak mau lalu ditutup?! Logikanya dimana?" ketusnya.
Karena ketidakjelasan ini, Hiswana Migas pun tadi pagi mengajukan pencabutan skors tersebut. Beberapa SPBU yang sempat tutup karena pasokan BBM-nya dihentikan kini sudah buka kembali.
Negosiasi Marjin
Awal mula kelangkaan BBM di sejumlah SPBU adalah tidak tercapainya kesepakatan marjin antara Pertamina dan SPBU. Menurut Nur Adib, kedua pihak sebenarnya sudah sepakat adanya kompensasi Rp 500 per liter. Kompensasi ini diberikan pada SPBU yang menebus Premium tanggal 29 November dan mendapat kiriman pada 30 November.
"Tapi begitu diajukan ke pemegang sahamnya tiba-tiba ditolak dan kita hanya dikasih Rp 80 per liter. Penolakkan baru dikasih tahu tiba-tiba pada hari Jumat (28/11/2008) jam 9 malam, sehingga tidak ada waktu sosialisasi," katanya.
Ia mengaku sangat kecewa pada pemegang saham Pertamina yang dalam hal ini diwakili Kementrian BUMN. Hiswana Migas mengaku pernah mencoba menjelaskannya pada Deputi Menneg BUMN, namun tidak diberi kesempatan sama sekali.
"Saya sangat kecewa pada Deputi Menneg BUMN-nya, dia sangat arogan sekali," katanya.
(lih/qom)
Komentar terkini (3 Komentar)
Baca juga :
- ICP Anjlok ke US$ 46,3/Barel
- Formula Penghitungan BBM Tetap Pakai MOPS
- Jual Premium Rp 5.500, Pemerintah Untung Gopek per Liter
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
