Berita Lain

Indeks Berita



Rabu, 03/12/2008 19:03 WIB
Penduduk Tambah Banyak, Properti Masih Tumbuh Hingga 2050
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance


Foto: lih/detikFinance
Jakarta - Banyak kalangan khawatir sektor properti bakal mengalami pukulan yang hebat seperti pada krisis 1998. Namun seiring bertambahnya jumlah penduduk, sektor properti dinilai masih akan terus tumbuh hingga 2050.

Demikian disampaikan pakar properti Panangian Simanungkalit usai menghadiri seminar nasional 'Atasi Dampak Krisis Keuangan Dengan Wealth Management' di Hotel Shangrilla, Jakarta, Rabu (3/12).

"Untuk Indonesia, properti harus menjadi investasi dominan hingga 2050 karena pertumbuhan penduduknya tetap diantara 1-1,5 persen," ujarnya.

Ia menambahkan, dampak krisis kali ini paling terasa di sektor perbankan. Namun perbankan tidak berperan dominan di sektor properti, maka diharapkan dampaknya tidak terlalu besar.
 
Menurut Panangian, setiap tahunnya jumlah pertumbuhan penduduk Indonesia meningkat 3,9 juta orang. Jika satu rumah empat orang maka ada 1 juta keluarga lahir setiap tahun.

"Sedangkan KPR BTN hanya ada 130 ribu, jadi ini prospek yang luar biasa," ungkapnya.
 
Pada kesempatan yang sama, Panangian juga menyatakan prospek pengembangan perumahan kecil pada 2009 masih memperlihatkan kondisi yang bagus.

"Karena pemerintah akan menaikkan subsidinya dari Rp 800 miliar menjadi Rp 1,7 triliun," jelasnya.    

(lih/lih)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!


Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk

Baca juga :


Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).