Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 18/03/2010 18:34 WIB
Nestle Tetap Beli Sebagian CPO dari Indonesia -
Kamis, 18/03/2010 18:24 WIB
Krisis Eropa Jadi Peluang Masuknya Modal Asing ke RI -
Kamis, 18/03/2010 17:15 WIB
Petani Sawit Geram Pemutusan Kontrak CPO Terulang -
Kamis, 18/03/2010 17:01 WIB
Kenaikan Tarif Listrik Bisa Dorong Inflasi -
Kamis, 18/03/2010 16:34 WIB
Pemerintah Isyaratkan Perpanjang Jabatan Emirsyah Satar di Garuda -
Kamis, 18/03/2010 16:10 WIB
Kontrak Diputus Nestle, Sinar Mas Kehilangan Pasar 4.000 Ton CPO
Indeks Berita
Rabu, 03/12/2008 19:03 WIB
Penduduk Tambah Banyak, Properti Masih Tumbuh Hingga 2050
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance

Foto: lih/detikFinance
Demikian disampaikan pakar properti Panangian Simanungkalit usai menghadiri seminar nasional 'Atasi Dampak Krisis Keuangan Dengan Wealth Management' di Hotel Shangrilla, Jakarta, Rabu (3/12).
"Untuk Indonesia, properti harus menjadi investasi dominan hingga 2050 karena pertumbuhan penduduknya tetap diantara 1-1,5 persen," ujarnya.
Ia menambahkan, dampak krisis kali ini paling terasa di sektor perbankan. Namun perbankan tidak berperan dominan di sektor properti, maka diharapkan dampaknya tidak terlalu besar.
Menurut Panangian, setiap tahunnya jumlah pertumbuhan penduduk Indonesia meningkat 3,9 juta orang. Jika satu rumah empat orang maka ada 1 juta keluarga lahir setiap tahun.
"Sedangkan KPR BTN hanya ada 130 ribu, jadi ini prospek yang luar biasa," ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Panangian juga menyatakan prospek pengembangan perumahan kecil pada 2009 masih memperlihatkan kondisi yang bagus.
"Karena pemerintah akan menaikkan subsidinya dari Rp 800 miliar menjadi Rp 1,7 triliun," jelasnya.
(lih/lih)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Potensi Ekspor Mebel Nasional Lenyap US$ 250 Juta
- Pemerintah Siapkan Tiga Langkah Batasi Impor
- AS Sudah Resesi Sejak Desember 2007
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




