Forum Finance
- The market is manipulated... investor1
- Chinese Government Wants ... investor1
- Bernanke Threatens US Eco... investor1
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Sabtu, 04/07/2009 12:45 WIB
Pemerintah Dorong Promosi Ekspor ke Jepang -
Sabtu, 04/07/2009 12:15 WIB
Jelang Puasa Stok Sembako Aman, Harga Stabil -
Sabtu, 04/07/2009 10:45 WIB
Stimulus Pasar Tradisional Bisa Terserap Sebelum Akhir Tahun -
Jumat, 03/07/2009 18:03 WIB
Timor Leste Mau Belajar Stabilkan Harga Sembako dari RI -
Jumat, 03/07/2009 16:40 WIB
Biaya Sewa Tinggi, Asmindo Ancam Boikot Trade Expo 2009 -
Jumat, 03/07/2009 15:36 WIB
Cadangan Minyak RI Hanya Cukup untuk 10 Tahun Lagi
Indeks Berita
Rabu, 03/12/2008 19:03 WIB
Penduduk Tambah Banyak, Properti Masih Tumbuh Hingga 2050
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance

Foto: lih/detikFinance
Jakarta -
Banyak kalangan khawatir sektor properti bakal mengalami pukulan yang hebat seperti pada krisis 1998. Namun seiring bertambahnya jumlah penduduk, sektor properti dinilai masih akan terus tumbuh hingga 2050.
Demikian disampaikan pakar properti Panangian Simanungkalit usai menghadiri seminar nasional 'Atasi Dampak Krisis Keuangan Dengan Wealth Management' di Hotel Shangrilla, Jakarta, Rabu (3/12).
"Untuk Indonesia, properti harus menjadi investasi dominan hingga 2050 karena pertumbuhan penduduknya tetap diantara 1-1,5 persen," ujarnya.
Ia menambahkan, dampak krisis kali ini paling terasa di sektor perbankan. Namun perbankan tidak berperan dominan di sektor properti, maka diharapkan dampaknya tidak terlalu besar.
Menurut Panangian, setiap tahunnya jumlah pertumbuhan penduduk Indonesia meningkat 3,9 juta orang. Jika satu rumah empat orang maka ada 1 juta keluarga lahir setiap tahun.
"Sedangkan KPR BTN hanya ada 130 ribu, jadi ini prospek yang luar biasa," ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Panangian juga menyatakan prospek pengembangan perumahan kecil pada 2009 masih memperlihatkan kondisi yang bagus.
"Karena pemerintah akan menaikkan subsidinya dari Rp 800 miliar menjadi Rp 1,7 triliun," jelasnya.
(lih/lih)
Info Kurs,berita financial dan ekonomi.
Ketik: REG ECO kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel, Flexi).
Ketik: REG EKO kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Indosat dan Hutch 3).
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Penduduk Tambah Banyak, Properti Masih Tumbuh Hingga 2050
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance

Foto: lih/detikFinance
Demikian disampaikan pakar properti Panangian Simanungkalit usai menghadiri seminar nasional 'Atasi Dampak Krisis Keuangan Dengan Wealth Management' di Hotel Shangrilla, Jakarta, Rabu (3/12).
"Untuk Indonesia, properti harus menjadi investasi dominan hingga 2050 karena pertumbuhan penduduknya tetap diantara 1-1,5 persen," ujarnya.
Ia menambahkan, dampak krisis kali ini paling terasa di sektor perbankan. Namun perbankan tidak berperan dominan di sektor properti, maka diharapkan dampaknya tidak terlalu besar.
Menurut Panangian, setiap tahunnya jumlah pertumbuhan penduduk Indonesia meningkat 3,9 juta orang. Jika satu rumah empat orang maka ada 1 juta keluarga lahir setiap tahun.
"Sedangkan KPR BTN hanya ada 130 ribu, jadi ini prospek yang luar biasa," ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Panangian juga menyatakan prospek pengembangan perumahan kecil pada 2009 masih memperlihatkan kondisi yang bagus.
"Karena pemerintah akan menaikkan subsidinya dari Rp 800 miliar menjadi Rp 1,7 triliun," jelasnya.
(lih/lih)
Info Kurs,berita financial dan ekonomi.
Ketik: REG ECO kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel, Flexi).
Ketik: REG EKO kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Indosat dan Hutch 3).
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
