Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 18/03/2010 10:22 WIB
Proyek Gas Donggi-Senoro Bak Bayi yang Susah Lahir -
Kamis, 18/03/2010 08:37 WIB
OPEC Tahan Produksi, Harga Minyak Merayap -
Kamis, 18/03/2010 07:40 WIB
Maret Berpotensi Terjadi Deflasi -
Kamis, 18/03/2010 07:06 WIB
Badan Pengawas Ekspor Impor Migas Pertamina Harus Dibentuk -
Rabu, 17/03/2010 20:44 WIB
Sampai Maret 2010, Angka PHK Capai 68.332 Orang -
Rabu, 17/03/2010 20:23 WIB
Pemerintah Antisipasi Anjloknya Harga Beras
Indeks Berita
Rabu, 03/12/2008 19:03 WIB
Penduduk Tambah Banyak, Properti Masih Tumbuh Hingga 2050
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance

Foto: lih/detikFinance
Demikian disampaikan pakar properti Panangian Simanungkalit usai menghadiri seminar nasional 'Atasi Dampak Krisis Keuangan Dengan Wealth Management' di Hotel Shangrilla, Jakarta, Rabu (3/12).
"Untuk Indonesia, properti harus menjadi investasi dominan hingga 2050 karena pertumbuhan penduduknya tetap diantara 1-1,5 persen," ujarnya.
Ia menambahkan, dampak krisis kali ini paling terasa di sektor perbankan. Namun perbankan tidak berperan dominan di sektor properti, maka diharapkan dampaknya tidak terlalu besar.
Menurut Panangian, setiap tahunnya jumlah pertumbuhan penduduk Indonesia meningkat 3,9 juta orang. Jika satu rumah empat orang maka ada 1 juta keluarga lahir setiap tahun.
"Sedangkan KPR BTN hanya ada 130 ribu, jadi ini prospek yang luar biasa," ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Panangian juga menyatakan prospek pengembangan perumahan kecil pada 2009 masih memperlihatkan kondisi yang bagus.
"Karena pemerintah akan menaikkan subsidinya dari Rp 800 miliar menjadi Rp 1,7 triliun," jelasnya.
(lih/lih)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Potensi Ekspor Mebel Nasional Lenyap US$ 250 Juta
- Pemerintah Siapkan Tiga Langkah Batasi Impor
- AS Sudah Resesi Sejak Desember 2007
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




