Forum Finance
- Indonesia Termasuk Salah ... brightsky
- Pengangguran Baru Jadi Fo... BayuDhirga
- numpang tanya yahh ^_^... Lc09
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 08/01/2009 16:05 WIB
Bulog Cetak Surplus Rp 85 Miliar di 2008 -
Kamis, 08/01/2009 15:14 WIB
Proyek Departemen PU 2009 Serap 1,1 Juta Tenaga Kerja -
Kamis, 08/01/2009 14:48 WIB
Penerima Raskin 2009 Susut Jadi 17,09 Juta RTS -
Kamis, 08/01/2009 13:59 WIB
BLT 2009 Hanya untuk Januari dan Februari -
Kamis, 08/01/2009 13:40 WIB
Depkeu dan KPK Bentuk Tim Investigasi Rekening Liar -
Kamis, 08/01/2009 13:25 WIB
Produk Berlogo KAN Lebih Mudah Masuk Arab Saudi
Indeks Berita
Rabu, 03/12/2008 19:03 WIB
Penduduk Tambah Banyak, Properti Masih Tumbuh Hingga 2050
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance

Foto: lih/detikFinance
Demikian disampaikan pakar properti Panangian Simanungkalit usai menghadiri seminar nasional 'Atasi Dampak Krisis Keuangan Dengan Wealth Management' di Hotel Shangrilla, Jakarta, Rabu (3/12).
"Untuk Indonesia, properti harus menjadi investasi dominan hingga 2050 karena pertumbuhan penduduknya tetap diantara 1-1,5 persen," ujarnya.
Ia menambahkan, dampak krisis kali ini paling terasa di sektor perbankan. Namun perbankan tidak berperan dominan di sektor properti, maka diharapkan dampaknya tidak terlalu besar.
Menurut Panangian, setiap tahunnya jumlah pertumbuhan penduduk Indonesia meningkat 3,9 juta orang. Jika satu rumah empat orang maka ada 1 juta keluarga lahir setiap tahun.
"Sedangkan KPR BTN hanya ada 130 ribu, jadi ini prospek yang luar biasa," ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Panangian juga menyatakan prospek pengembangan perumahan kecil pada 2009 masih memperlihatkan kondisi yang bagus.
"Karena pemerintah akan menaikkan subsidinya dari Rp 800 miliar menjadi Rp 1,7 triliun," jelasnya.
(lih/lih)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Potensi Ekspor Mebel Nasional Lenyap US$ 250 Juta
- Pemerintah Siapkan Tiga Langkah Batasi Impor
- AS Sudah Resesi Sejak Desember 2007
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
