Forum Finance
- Indonesia Termasuk Salah ... brightsky
- Pengangguran Baru Jadi Fo... BayuDhirga
- numpang tanya yahh ^_^... Lc09
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 08/01/2009 16:12 WIB
Bapepam Periksa Direksi Hingga Pegawai Sarijaya -
Kamis, 08/01/2009 16:10 WIB
Bursa Regional Benamkan IHSG 18 Poin -
Kamis, 08/01/2009 15:59 WIB
Sinarmas dan Trimegah Incar Sarijaya -
Kamis, 08/01/2009 15:02 WIB
Repo Saham BUMI Libatkan 7 Broker -
Kamis, 08/01/2009 14:06 WIB
Nasabah Saham Sarijaya Diminta Serahkan Bukti Kepemilikan Dana -
Kamis, 08/01/2009 14:01 WIB
Katarina Utama akan Listing Setelah Alfamart
Indeks Berita
Rabu, 03/12/2008 19:30 WIB
Mobile-8 Tak Punya Dana Bayar Obligasi, Siapkan Restrukturisasi
Indro Bagus SU - detikFinance

"Kita sekarang sedang dalam diskusi intensif dengan para pemegang obligasi. Kita minta restukturisasi, bentuknya kemungkinan perpanjangan jatuh tempo, tapi hasil pastinya masih menunggu negosiasi nanti," jelas Head of Corporate Communications FREN, Yolanda Nainggolan saat dikonfirmasi detikFinance, Rabu (3/12/2008).
Obligasi US$ 100 juta itu sendiri seharusnya jatuh tempo pada tahun 2013. Namun menurut Yolanda karena Mobile-8 tidak dapat melakukan penawaran tender setelah terjadinya pergantian pemegang saham pengendali, maka DB Trustee sebagai pihak kreditor obligasi tersebut menyatakan obligasi itu gagal bayar .
DB Trustee selanjutnya meminta Mobile-8 membayar seluruh obligasi 14 hari kerja setelah 26 November. Dengan demikian, utang obligasi itu akan jatuh tempo pada 16 Desember mendatang. Ia menegaskan, kepastian negosiasi ini yang jelas harus diperoleh sebelum 16 Desember.
Kenapa harus direstrukturisasi? "Karena untuk saat ini kita memang tidak punya dana untuk membayar obligasi itu saat ini," jelasnya.
Pada Oktober lalu, Perusahaan multimedia PT Global Mediacom Tbk (BMTR) milik pengusaha Hary Tanoesoedibjo, kembali menjual 22,79% kepemilikan sahamnya di PT Mobile-8.
Dan pada hari ini, lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's Ratings Services memangkas peringkat perusahaan telekomunikasi, PT Mobile-8 Telecom Tbk menjadi default (gagal bayar) dengan peringkat 'D'.
Peringkat Mobile-8 dinyatakan default karena perusahaan dinilai tidak memiliki likuiditas yang cukup untuk pembayaran utang obligasinya senilai US$ 100 juta yang jatuh tempo pada 2013, dan harus segera dibeli kembali (buy back) menyusul terjadinya perubahan pemegang saham.(qom/qom)
Komentar terkini (2 Komentar)
Baca juga :
- S&P: Peringkat Mobile-8 Default
- Laba Perusahaan Hary Tanoe Triwulan III-2008 Turun
- Mobile-8 Terseret Kebangkrutan Lehman Brothers
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
