Forum Finance
- Indonesia Termasuk Salah ... brightsky
- Pengangguran Baru Jadi Fo... BayuDhirga
- numpang tanya yahh ^_^... Lc09
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 08/01/2009 16:12 WIB
Bapepam Periksa Direksi Hingga Pegawai Sarijaya -
Kamis, 08/01/2009 16:10 WIB
Bursa Regional Benamkan IHSG 18 Poin -
Kamis, 08/01/2009 15:59 WIB
Sinarmas dan Trimegah Incar Sarijaya -
Kamis, 08/01/2009 15:02 WIB
Repo Saham BUMI Libatkan 7 Broker -
Kamis, 08/01/2009 14:06 WIB
Nasabah Saham Sarijaya Diminta Serahkan Bukti Kepemilikan Dana -
Kamis, 08/01/2009 14:01 WIB
Katarina Utama akan Listing Setelah Alfamart
Indeks Berita
Kamis, 04/12/2008 16:58 WIB
Review IHSG: Berkat BI Rate
Nurul Qomariyah - detikFinance

Pada penutupan perdagangan saham Kamis (4/12/2008) IHSG menguat 12,798 poin (1,07%) menjadi 1.205,324. Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 38.349 kali, dengan volume 1,632 miliar unit saham, senilai Rp 1,192 triliun.
Berikut review IHSG oleh eTrading Securities:
Bursa Indonesia melanjutkan rallynya dan ditutup di zona positif. Bursa regional ditutup mixed Nikkei -1%, Hang Seng -0,58%, dan Strait Times +1,29%.
Sementara Bank sentral Thailand memangkas tingkat suku bunganya sebanyak 100 bps menjadi 2,75% (pemangkasan terbesar sejak tahun 2000), Stock Exchange of Thai Index ditutup di 390,52 (-0,61%).
Dari sektor komoditas, harga minyak mentah kembali melemah ke level US$ 45,71/barrel setelah sempat rebound pada pembukaan sesi pertama. Turunnya harga minyak juga diikuti terdepresiasinya nilai rupiah ke Rp11.845/US$ pada pukul 16.00.
IHSG ditutup di level 1.205 (+1,07%) dengan trading value hanya mencapai Rp 1,1 trilliun, di mana 71 saham terpantau naik, 56 saham turun, dan 54 saham stagnan. Sepanjang intraday, indeks bergerak mixed pada sesi pertama, namun pada sesi kedua setelah dikeluarkannya pernyataan pemangkasan BI Rate sebesar 25 bps ke 9,25% (penurunan pertama kalinya sejak Desember 07), indeks langsung melonjak tajam dan tetap dapat bertahan di zona positif sampai penutupan sesi kedua.
Penurunan BI rate ini sesuai dengan ekspektasi pasar dan sektor perbankan (+3,54%) merupakan sektor yang paling diuntungkan dari kebijakan ini di samping sektor infrastruktur (0,56%).
Tidak direstuinya rencana BUMI menerbitkan MTN untuk mendanai buybacknya oleh BEI langsung direspon positif oleh investor sehingga berhasil mengangkat BUMI dari zona merah dan berhasil ditutup rebound 5,2% setelah selama 3 hari berturut-turut terkoreksi tajam. ASII menjadi penahan penguatan indeks (lagging mover) setelah dututup terkoreksi 1,67% ke level Rp 8.800.
(qom/qom)
Baca juga :
Informasi Pemasangan Iklan:hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
