Forum Finance
- Indonesia Termasuk Salah ... brightsky
- Pengangguran Baru Jadi Fo... BayuDhirga
- numpang tanya yahh ^_^... Lc09
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 08/01/2009 16:57 WIB
Ditjen Pajak Bersikukuh Tertibkan Penghuni Gelap Rumah Dinas -
Kamis, 08/01/2009 16:05 WIB
Bulog Cetak Surplus Rp 85 Miliar di 2008 -
Kamis, 08/01/2009 15:14 WIB
Proyek Departemen PU 2009 Serap 1,1 Juta Tenaga Kerja -
Kamis, 08/01/2009 14:48 WIB
Penerima Raskin 2009 Susut Jadi 17,09 Juta RTS -
Kamis, 08/01/2009 13:59 WIB
BLT 2009 Hanya untuk Januari dan Februari -
Kamis, 08/01/2009 13:40 WIB
Depkeu dan KPK Bentuk Tim Investigasi Rekening Liar
Indeks Berita
Kamis, 04/12/2008 19:02 WIB
ADB Kucurkan US$ 350 Juta untuk Reformasi Birokrasi
Nurul Qomariyah - detikFinance

ADB dalam siaran persnya menjelaskan, pada tahun 1999, pemerintah Indonesia memulai reformasi desentralisasi secara besar-besaran yang menciptakan tanggung jawab besar kepada pemerintah di tingkat propinsi, kabupaten dan kota.
Setelah reformasi lanjutan pada tahun 2001, Indonesia pun bisa menjadi salah satu negara paling terdesentralisasi di dunia dimana pemerintah daerah mengelola sekitar 40% dari seluruh anggaran pemerintah. Salah satu manfaat dari desentralisasi adalah warga di daerah lebih terwakili dan memiliki akses terhadap wakil-wakil mereka. Pemerintah daerah kemudian menjadi lebih bertanggung jawab dan efisien dalam melaksanakan kegiatan.
Pemerintah daerah kini menyediakan pelayanan di bidang pekerjaan umum, kesehatan, pendidikan, kebudayaan, perhubungan, industri dan perdagangan, investasi modal, lingkungan, pertanahan, koperasi, tenaga kerja dan sektor lainnya. ADB menilai reformasi yang dilakukan di Indonesia dilakukan secara menyeluruh dan berjalan cepat.
Local Government and Finance and Governance Reform Program yang kedua akan meneruskan bantuan ADB dalam jangka panjang untuk mendorong desentralisasi yang efektif dan akan membantu memperluas proses otonomi dan keuangan daerah. Hal ini pada gilirannya akan menghasilkan pelayanan fisik dan sosial serta kesempatan yang lebih baik karena perekonomian yang lebih kuat.
"Program ini akan membawa manfaat besar untuk pendanaan dan penyelenggaraan layanan publik di daerah dan pengembangan kapasitas yang sangat dibutuhkan. ADB meyakini hal ini akan menjadi dasar bagi perekonomian Indonesia untuk bisa tumbuh," jelas Arjun Thapan, Direktur Jenderal ADB untuk Wilayah Asia Tenggara, Kamis (4/12/2008).
(qom/qom)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Moody's Pertahankan Peringkat RI
- Indonesia Dapat Komitmen Pinjaman Siaga dari Jepang
- IFC dan ADB Siap Biayai Ekspor
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
