Forum Finance
- Indonesia Termasuk Salah ... brightsky
- Pengangguran Baru Jadi Fo... BayuDhirga
- numpang tanya yahh ^_^... Lc09
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 08/01/2009 13:48 WIB
Bank BUMN Diminta Transparan Soal Dana Rekapitalisasi -
Kamis, 08/01/2009 13:15 WIB
KPK Pertanyakan Dana Rekapitulasi 4 Bank BUMN -
Kamis, 08/01/2009 09:40 WIB
2009, BI Makin Fokus ke Konsolidasi Perbankan -
Kamis, 08/01/2009 09:35 WIB
Penurunan BI Rate Belum Seret Bunga Kredit Bank -
Kamis, 08/01/2009 09:29 WIB
DPK Perbankan Nasional Bisa Tumbuh 12%-13% di 2009 -
Kamis, 08/01/2009 09:21 WIB
DPK Bank Century Anjlok Rp 3,5 Triliun
Indeks Berita
Kamis, 04/12/2008 19:06 WIB
PGN Bantah Terkait Produk Spekulatif
Nurul Qomariyah - detikFinance

"PGN tidak menjadi nasabah dari produk derivatif spekulatif," tegas Sekretaris Perusahaan PGN, Heri Yusuf dalam siaran persnya, Kamis (4/12/2008).
Masalah sejumlah BUMN tersangkut produk spekulatif perbankan itu sebelumnya diungkapkan oleh anggota Komisi XI DPR RI Dradjad H Wibowo dalam kesempatan rapat kerja, Selasa (2/12/2008) lalu.
Menurut Dradjad, Empat bank disinyalir menawarkan produk dual currency yang sifatnya spekulatif. Produk-produk ini diperkirakan memiliki potensi transaksi mencapai US$ 3 miliar yang berpengaruh terhadap stabilitas nilai tukar rupiah.Padahal produk-produk tersebut sudah dilarang beredar oleh Bank Indonesia.
Dia juga mengatakan ada sekitar 3.000 nasabah pada keempat bank itu yang terjerat produk tersebut. "Ada juga BUMN yang diindikasikan ikut serta dalam produk itu, seperti Elnusa, PGN, Antam dan Krakatau Steel," ungkap Dradjad yang mengaku belum mendapatkan klarifikasi soal informasi tersebut.
Namun Heri menegaskan, PGN sama sekali tidak memiliki produk seperti yang ditudingkan Dradjad. Menurutnya, perseroan memang memiliki kewajiban dan utang jangka panjang dalam bentuk valas. Namun PGN juga memperoleh pendapatan dalam bentuk valas.
"Perseroan telah menyampaikan informasi secara rinci dan lengkap mengenai pendapatan, kewajiban dan utang jangka penjang dimaksud dalam laporan keuangan PGN," tegas Heri.(qom/qom)
Baca juga :
- BUMN Terlibat Produk Spekulatif Bisa Dikenai Sanksi
- BI Harus Batalkan Kontrak Produk-produk Spekulatif
- 4 Bank Disinyalir Jual Produk Spekulatif
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
