Forum Finance
- Indonesia Termasuk Salah ... brightsky
- Pengangguran Baru Jadi Fo... BayuDhirga
- numpang tanya yahh ^_^... Lc09
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 08/01/2009 16:29 WIB
Menkeu Berharap BI Rate Terus Turun -
Kamis, 08/01/2009 13:48 WIB
Bank BUMN Diminta Transparan Soal Dana Rekapitalisasi -
Kamis, 08/01/2009 13:15 WIB
KPK Pertanyakan Dana Rekapitulasi 4 Bank BUMN -
Kamis, 08/01/2009 09:40 WIB
2009, BI Makin Fokus ke Konsolidasi Perbankan -
Kamis, 08/01/2009 09:35 WIB
Penurunan BI Rate Belum Seret Bunga Kredit Bank -
Kamis, 08/01/2009 09:29 WIB
DPK Perbankan Nasional Bisa Tumbuh 12%-13% di 2009
Indeks Berita
Kamis, 04/12/2008 21:14 WIB
Menneg BUMN: Tak Ada BUMN Tersangkut Produk Spekulatif
Angga Aliya ZRF - detikFinance

Sofyan Djalil (foto: dok detikcom)
"Itu tidak benar, enggak ada sama sekali itu BUMN terlibat spekulasi. Kita enggak tahu sumber beritanya darimana," katanya di Kantor Kementerian BUMN, Gedung Garuda,
Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (4/12/2008).
Sofyan berani berkata begitu setelah melakukan konfirmasi terhadap 4 BUMN yang bersangkutan, siang tadi. BUMN tersebut antara lain PT Krakatau Steel, PT Aneka Tambang Tbk, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan PT Elnusa anak usaha PT Pertamina. PGN sendiri sudah mengirim rilis tak punya produk spekulatif.
Dari pantauan detikFinance, dua BUMN sudah menghadap untuk melapor langsung kepada Menneg BUMN. Direktur Utama PGN Hendi Priyo Santoso datang paling awal sekitar pukul 14.00.
Sedangkan Direktur Utama Krakatau Steel Fazwar Bujang, sudah bertemu Sofyan sekitar pukul 15.30. Namun direksi dari Antam dan Elnusa tidak terlihat batang hidungnya sampai pertemuan berakhir.
Setelah berdiskusi bersama perusahaan plat merah tersebut, Sofyan berani mengambil kesimpulan bahwa tidak ada bukti-bukti yang menyatakan keterlibatan BUMN tersebut
melakukan kontrak produk spekulatif.
"Bukti-buktinya tidak ada, masa mereka mau bohong sama saya. Saya akan cari sumber isunya," tegasnya.
Per tanggal 1 Desember, BI mulai memberlakukan larangan pembelian dolar untuk produk-produk spekulatif seperti dual currency deposit dan callable forward. Tujuan dari larangan tersebut adalah menjaga rupiah tidak fluktuatif.
Masalah sejumlah BUMN tersangkut produk spekulatif perbankan itu sebelumnya diungkapkan oleh anggota Komisi XI DPR RI Dradjad H Wibowo dalam kesempatan rapat kerja dengan menteri keuangan, Selasa (2/12/2008) lalu.
Menurut Dradjad, Empat bank disinyalir menawarkan produk dual currency yang sifatnya spekulatif. Produk-produk ini diperkirakan memiliki potensi transaksi mencapai US$ 3 miliar yang berpengaruh terhadap stabilitas nilai tukar rupiah.Padahal produk-produk tersebut sudah dilarang beredar oleh Bank Indonesia.(ang/qom)
Baca juga :
- PGN Bantah Terkait Produk Spekulatif
- BUMN Terlibat Produk Spekulatif Bisa Dikenai Sanksi
- BI Harus Batalkan Kontrak Produk-produk Spekulatif
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
