Forum Finance
- Indonesia Termasuk Salah ... brightsky
- Pengangguran Baru Jadi Fo... BayuDhirga
- numpang tanya yahh ^_^... Lc09
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 08/01/2009 16:05 WIB
Bulog Cetak Surplus Rp 85 Miliar di 2008 -
Kamis, 08/01/2009 15:14 WIB
Proyek Departemen PU 2009 Serap 1,1 Juta Tenaga Kerja -
Kamis, 08/01/2009 14:48 WIB
Penerima Raskin 2009 Susut Jadi 17,09 Juta RTS -
Kamis, 08/01/2009 13:59 WIB
BLT 2009 Hanya untuk Januari dan Februari -
Kamis, 08/01/2009 13:40 WIB
Depkeu dan KPK Bentuk Tim Investigasi Rekening Liar -
Kamis, 08/01/2009 13:25 WIB
Produk Berlogo KAN Lebih Mudah Masuk Arab Saudi
Indeks Berita
Jumat, 05/12/2008 10:02 WIB
BBM di Jambi Langka, Truk Tongkrongi SPBU
Ronald Tanamas - detikFinance

Dari pantauan detikcom yang sedang berada di Jambi, sepanjang jalan dari kota Jambi hingga Muara Bungo dengan jarak 285 km, hanya ada 5 SPBU tapi hampir semuanya kehabisan solar dan premium. Kelima SPBU itu terletak di Kabupaten Muara Belian, Muara Tembesi, Sungai Buluh, Sungai Bekal, Muara Tebo.
Sulitnya mendapat BBM ini dikeluhkan para pengemudi truk yang kebanyakan mengangkut berbagai barang untuk rute Jakarta-Medan. Antrean truk paling banyak terlihat pada Kamis malam (4/12/2008) di SPBU Muara Tebo yang mengular hingga 100 meter lebih.
"Kami harus menunggu sampai malam karena bensin baru ada jam 10 malam dan setelah itu langsung habis, kami harus antre lama di SPBU kalau ingin dapat BBM," kata Yopi (45 tahun) sopir truk Fuso yang mengangkut barang dari Padang ke Jakarta ketika ditemui, Jumat (5/12/2008) .
Yopi mengeluhkan sulitnya mendapat bensin sepanjang jalan lintas Sumatra sejak harga premium resmi diturunkan per 1 Desember 2008. Sementara mobil pribadi banyak mengandalkan bensin-bensin eceran di pinggir jalan yang dijual masyarakat meski hanya bisa mengisi beberapa liter.
Petugas SPBU di Muara Tebo mengaku tidak tahu kenapa pasokan BBM tersendat. "Tidak ada penjelasan dari pusat, kalau begini kami juga bisa rugi," keluh Yono.
Pertamina sendiri mengaku stok aman di semua daerah. Kelangkaan terjadi justru karena banyak SPBU yang tidak mengambil pasokannya menjelang 1 Desember 2008 karena merasa rugi kalau harus membeli premium dengan harga Rp 6.000 tapi dijual Rp 5.500 per liter.
Pertamina sendiri telah memberikan sanksi skors kepada SPBU yang dengan sengaja tidak melayani penjualan BBM dengan maksimal.
(ir/qom)
Komentar terkini (1 Komentar)
Baca juga :
- Minyak Dunia Merosot, Premium dan Solar Harus Turun Rp 1.000
- SPBU Pertamina Disubsidi Rp 160 per Liter
- Smart Card BBM Hanya Buang-buang Uang Negara
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
