Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 18/03/2010 16:49 WIB
Saham Asuransi Dayin Mitra Masuk UMA -
Kamis, 18/03/2010 16:32 WIB
Bayan Incar 1 Tambang Batubara di Kalimantan -
Kamis, 18/03/2010 16:11 WIB
Asing Tampung Aksi Jual Investor Lokal, IHSG Terhempas 19 Poin -
Kamis, 18/03/2010 15:37 WIB
Waspadai Arus Penarikan Modal Asing di Triwulan III-2010 -
Kamis, 18/03/2010 14:31 WIB
Pefindo Naikkan Peringkat Obligasi Danareksa -
Kamis, 18/03/2010 14:23 WIB
Megapolitan Development Tunda IPO
Indeks Berita
Senin, 05/01/2009 10:58 WIB
Krisis Kepercayaan Lebih Berbahaya
Wahyu Daniel - detikFinance

(Foto: Indro-detikfinance)
Dalam dialog dengan pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia, Senin (5/1/2009) SBY mengatakan pada pembukaan pasar saham 2 Januari 2008, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat prestasi kenaikan nomor tiga tertinggi di Asia dari 1.800 menjadi 2.700.
Saat itu lanjut SBY, ada optimisme dengan menargetkan kenaikan IHSG tahun lalu hingga 30%. "Tapi tiba-tiba mendung datang dan kita dapat kiriman banjir dari AS, jadi Tuhan menentukan yang lain, sekarang turun 50%," katanya.
Namun menurut SBY, penurunan IHSG yang terburuk keempat itu tidak sendirian. Bursa saham Shanghai juga turun 65%, Shenzen turun 60%, Singapura 50% sehingga rata-rata koreksi indeks dunia 40-65%.
"Kalau kata orang Jawa bilang kita masih lumayan masih di tengah-tengah," tuturnya.
Untuk ke depan, lanjut SBY, dalam keadaan krisis finansial global ini yang harus dijaga adalah confidence dan trust.
"Karena yang paling bahaya adalah krisis confidence dan krisis trust kalau itu terjadi recovery-nya kan panjang. Oleh karena sejak awal saya ajak untuk meyakinkan diri agar tidak terjadi krisis confidence dan trust," kata SBY. (ir/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- BEI 2009: Membangun Kepercayaan di Tengah Gejolak Pasar
- SBY: Hadapi Krisis Jangan Kecil Hati
- BEI Masih Larang Short Selling Hingga Januari 2009
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




