Forum Finance
- The market is manipulated... investor1
- Chinese Government Wants ... investor1
- Bernanke Threatens US Eco... investor1
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Sabtu, 04/07/2009 12:15 WIB
Jelang Puasa Stok Sembako Aman, Harga Stabil -
Sabtu, 04/07/2009 10:45 WIB
Stimulus Pasar Tradisional Bisa Terserap Sebelum Akhir Tahun -
Jumat, 03/07/2009 18:03 WIB
Timor Leste Mau Belajar Stabilkan Harga Sembako dari RI -
Jumat, 03/07/2009 16:40 WIB
Biaya Sewa Tinggi, Asmindo Ancam Boikot Trade Expo 2009 -
Jumat, 03/07/2009 15:36 WIB
Cadangan Minyak RI Hanya Cukup untuk 10 Tahun Lagi -
Jumat, 03/07/2009 14:49 WIB
Surplus APBN Semester I-2009 Rp 8,9 Triliun
Indeks Berita
Rabu, 07/01/2009 19:10 WIB
Jumlah Koperasi Bertambah 126 Unit di 2008
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance

Foto: dok Detikcom
Jakarta -
Sepanjang 2008, jumlah koperasi di Indonesia bertambah 126 unit. Koperasi primer bertambah 119 unit dan koperasi sekunder bertambah 7 unit.
Demikian disampaikan Menteri Koperasi UKM Suryadharma Ali dalam Evaluasi Program 2008 dan Rencana Program 2009 Kementerian Koperasi dan UKM, di Gedung Departemen Koperasi dan UKM, Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta, Rabu (7/1/2009).
"Sehingga saat ini total koperasi primer tingkat nasional mencapai 873 unit dan koperasi sekunder menjadi 165 unit. Sedangkan jumlah koperasi seluruh Indonesia sebanyak 149.793 koperasi," jelas suryadharma.
Selain itu, dari hasil klasifikasi dan peringkatan, jumlah koperasi berkualitas di tahun 2008 mencapai 42.267 koperasi.
"Dimana pada tahun 2007 sebanyak 41.381 koperasi yang berkualitas sehingga terjadi peningkatan koperasi berkualitas sebanyak 886 koperasi," jelasnya.
Dalam rangka penataan badan hukum koperasi, tambah Suryadharma, selama tahun 2008 Kemenkop dan UKM telah menyeleksi 3.866 koperasi yang memenuhi persyaratan untuk diumumkan dalam berita negara.
Sementara itu, Suryadharma menjelaskan dari anggaran APBN tahun 2008 Kemenkop dan UKM sebesar Rp 1,098 triliun telah direaliasikan sebesar Rp 940,95 miliar (85,65 %) sehingga Sisa lebih Penggunaan Anggaran (SILPA) senilai Rp 157,31 miliar terdiri dari penghematan Rp 60,3 miliar dan lain-lain Rp 97,01 miliar.
"Angka itu berasal cadangan untuk pembayaran gaji kan itu tidak terpakai semuanya karena ada asumsi kenaikan gaji dan asumsi kenaikan penggunaan lain-lain dalam anggaran kami dan itu tidak terpakai serta penghematan belanja barang," paparnya. (epi/lih)
Info Kurs,berita financial dan ekonomi.
Ketik: REG ECO kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel, Flexi).
Ketik: REG EKO kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Indosat dan Hutch 3).
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Jumlah Koperasi Bertambah 126 Unit di 2008
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance

Foto: dok Detikcom
Demikian disampaikan Menteri Koperasi UKM Suryadharma Ali dalam Evaluasi Program 2008 dan Rencana Program 2009 Kementerian Koperasi dan UKM, di Gedung Departemen Koperasi dan UKM, Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta, Rabu (7/1/2009).
"Sehingga saat ini total koperasi primer tingkat nasional mencapai 873 unit dan koperasi sekunder menjadi 165 unit. Sedangkan jumlah koperasi seluruh Indonesia sebanyak 149.793 koperasi," jelas suryadharma.
Selain itu, dari hasil klasifikasi dan peringkatan, jumlah koperasi berkualitas di tahun 2008 mencapai 42.267 koperasi.
"Dimana pada tahun 2007 sebanyak 41.381 koperasi yang berkualitas sehingga terjadi peningkatan koperasi berkualitas sebanyak 886 koperasi," jelasnya.
Dalam rangka penataan badan hukum koperasi, tambah Suryadharma, selama tahun 2008 Kemenkop dan UKM telah menyeleksi 3.866 koperasi yang memenuhi persyaratan untuk diumumkan dalam berita negara.
Sementara itu, Suryadharma menjelaskan dari anggaran APBN tahun 2008 Kemenkop dan UKM sebesar Rp 1,098 triliun telah direaliasikan sebesar Rp 940,95 miliar (85,65 %) sehingga Sisa lebih Penggunaan Anggaran (SILPA) senilai Rp 157,31 miliar terdiri dari penghematan Rp 60,3 miliar dan lain-lain Rp 97,01 miliar.
"Angka itu berasal cadangan untuk pembayaran gaji kan itu tidak terpakai semuanya karena ada asumsi kenaikan gaji dan asumsi kenaikan penggunaan lain-lain dalam anggaran kami dan itu tidak terpakai serta penghematan belanja barang," paparnya. (epi/lih)
Info Kurs,berita financial dan ekonomi.
Ketik: REG ECO kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel, Flexi).
Ketik: REG EKO kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Indosat dan Hutch 3).
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
