Forum Finance
- Ndpbm... alvian19
- Blok Cepu... densol
- Hitung PPh 21 dengan muda... yukfa
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 17:36 WIB
32,5 Juta Orang Indonesia Berada di Level Kemiskinan Ekstrim -
Selasa, 09/02/2010 17:21 WIB
Dicari Hakim Agung Perpajakan -
Selasa, 09/02/2010 16:55 WIB
Pertumbuhan Ekonomi RI 2009 Diproyeksi 4,4-4,5% -
Selasa, 09/02/2010 16:27 WIB
PTPN XIV Masih Cicil Tunggakan Pajak Rp 60 Miliar -
Selasa, 09/02/2010 16:22 WIB
Produsen Terigu Desak Pemerintah Eksekusi BM Anti-Dumping -
Selasa, 09/02/2010 15:58 WIB
Perhutani Siap Bangun 2 Pabrik Gondorukem Rp 160 M
Indeks Berita
Selasa, 13/01/2009 14:46 WIB
Rekin Cari Pinjaman Pengganti IPO
Angga Aliya ZRF - detikFinance

(Foto: dok Rekin)
Demikian dikemukakan oleh Direktur Utama Pusri Dadang Heru Kadri di kantor Kementerian BUMN, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (13/1/2009).
"IPO belum jadi, karena harga sekarang belum baik. Industri konstruksi sedang dalam posisi tidak terlalu menggembirakan seperti setahun sebelumnya. Alternatifnya lewat pinjaman menggunakan line kreditnya holding sekitar Rp 300 miliar," katanya.
Ia mengatakan, Pusri akan melaksanakan rapat umum pemegang saham (RUPS) pekan ini untuk membahas soal pinjaman juga IPO Rekin.
Menurutnya, sudah ada beberapa bank BUMN yang berminat untuk mengucurkan pinjaman. Namun sayang, ia enggan membeberkan identitas bank tersebut. "Semuanya berminat, sesama BUMN asal proyeknya menarik," jelasnya.
Ia juga mengatakan, Rekin sendiri yang langsung berhubungan dengan bank-bank tersebut, walaupun line kredit yang dipakai adalah milik Holding Pusri.
Rekin merupakan BUMN yang bergerak dalam bidang usaha infrastruktur. Selain itu perseroan juga menyediakan jasa studi kelayakan proyek, pabrik dan perawatan pabrik.
BUMN itu juga memiliki tujuh anak usaha, yaitu Rekayasa Industri Malaysia Sdn, Bhd, PT Yasa Industri Nusantara, PT Rekayasa Konsultan, Comspain SA, PT Mega Eltra dan PT Puspetindo.
Pusri revisi target
Dadang mengatakan, target pendapatan Pusri untuk tahun 2009 mengalami perbaikan. Dari yang sebelumnya ditargetkan tumbuh sebesar 17 persen, diproyeksikan hanya akan tumbuh 10 persen.
"Kita kan diminta untuk turunkan harga jual oleh pemerintah, jadi kita harus revisi target pertumbuhan," pungkasnya.
(ang/ir)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- PGN akan Penuhi Kekurangan Pasokan Gas Pusri
- Rekind Siap Rebut Pasar Offshore Dalam Negeri
- Pabrik Pusri di Iran Beli Gas dengan Harga Murah
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



