Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Rabu, 17/03/2010 20:44 WIB
Sampai Maret 2010, Angka PHK Capai 68.332 Orang -
Rabu, 17/03/2010 20:23 WIB
Pemerintah Antisipasi Anjloknya Harga Beras -
Rabu, 17/03/2010 19:47 WIB
70% Jatah Raskin Sudah Tersalurkan -
Rabu, 17/03/2010 19:30 WIB
DPR Desak BPKP Selidiki Impor Minyak Pertamina -
Rabu, 17/03/2010 18:57 WIB
Pasca AC-FTA, Belum Ada Banjir Produk China -
Rabu, 17/03/2010 18:29 WIB
Dirjen Pajak: Tak Ada Perlakuan Khusus Buat Pejabat
Indeks Berita
Kamis, 05/03/2009 16:30 WIB
OPEC Potong Produksi 1 Juta Barel, Minyak Kembali ke US$ 70
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance

Foto: Reuters
Hal ini disampaikan Mantan Gubernur OPEC untuk Indonesia Maizar Rahman kepada wartawan di Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Kamis (5/3/2009).
"Kalau OPEC berkeinginan menaikan harga minyak dunia secara signifikan maka OPEC harus motong drastis di atas 1 juta barel. Minimal 1 juta barel," ujar Maizar.
Maizar menjelaskan, jika harga minyak kembali ke level US$ 70 per barel, maka bisa kembali menggairahkan iklim investasi sektor migas dunia.
"OPEC mengurangi produksi agar harga naik. Idealnya US$ 70 per barel maka investasi akan bergairah. Pada saat harga rendah banyak proyek ditunda karena dinilai tidak ekonomis," ungkapnya.
Namun, Maizar menjelaskan pemotongan produksi oleh OPEC dalam sidang 15 Maret 2009 tersebut tidak akan langsung berdampak pada harga minyak karena peningkatan konsumsi baru akan terjadi pada musim liburan dan musim dingin.
"Pemotongan tersebut tidak langsung terasa karena sekarang belum musim dingin dan liburan sehingga konsusmsi BBM belum naik. Permintaan akan naik saat musim liburan sekitar bulan Juli-September. Konsumsi akan naik lagi pada bulan Oktober hingga Desember karena musim dingin dimana masyarakat Eropa butuh pemanas," paparnya.
(epi/lih)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Harga Premium Dunia Beranjak Naik
- Cuaca Buruk, Kuwait Tunda Ekspor Minyak dan LPG
- Pemerintah Mulai Antisipasi Kenaikan Harga Minyak
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




