Forum Finance
- Ndpbm... alvian19
- Blok Cepu... densol
- Hitung PPh 21 dengan muda... yukfa
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 17:36 WIB
32,5 Juta Orang Indonesia Berada di Level Kemiskinan Ekstrim -
Selasa, 09/02/2010 17:21 WIB
Dicari Hakim Agung Perpajakan -
Selasa, 09/02/2010 16:55 WIB
Pertumbuhan Ekonomi RI 2009 Diproyeksi 4,4-4,5% -
Selasa, 09/02/2010 16:27 WIB
PTPN XIV Masih Cicil Tunggakan Pajak Rp 60 Miliar -
Selasa, 09/02/2010 16:22 WIB
Produsen Terigu Desak Pemerintah Eksekusi BM Anti-Dumping -
Selasa, 09/02/2010 15:58 WIB
Perhutani Siap Bangun 2 Pabrik Gondorukem Rp 160 M
Indeks Berita
Rabu, 25/03/2009 12:12 WIB
3 Bank BUMN Siap Danai PLTP Patuha
Angga Aliya ZRF - detikFinance

Foto: Angga/detikFinance
Dalam sindikasi tersebut, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) akan berperan sebagai lead arranger dalam sindikasi bersama PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.
PLTP tersebut diharapkan dapat menghasilkan energi listrik 500.000.000 Kwh per tahun. GDE sudah menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Rekayaya lndustri dengan untuk melakukan persiapan-persiapan awal pelaksanaan EPC.
Demikian hal itu dikemukakan oleh Direktur Utama GDE Praktimia Semiawan usai melakukan penandatanganan kerjasama dengan Dirut BNI Gatot Suwondo dan Dirut Rekin Triharyo Indrawan di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (25/3/2009).
"Di lapanqan Patuha tersedia 60 MW uap di kepala sumur yang saat ini sudah siap untuk dikembangkan dengan membangun PLTP Patuha unit 1 dengan kapasitas 55 MW," ujarnya.
Ia mengatakan, PLTP Patuha ini menjadi sangat penting untuk dikembangkan karena merupakan PLTP Pertama yang menyumbangkan listriknya pada proyek percepatan kelistrikan 10.000 MW tahap kedua, dimana sebesar 4.733 MW ditargetkan akan dibangun dari energi panas bumi.
Pada kesempatan yang sama, Dirut BNI Gatot Suwondo mengatakan, jumlah komiten kredit yang akan diberikan BNI kepada GDE sebesar Rp 80 juta. Sedangkan komitmen dengan Mandiri dan BRI masih dalam tahap negosiasi.
"Hingga akhir Desember 2008, komitmen kredit sektor kelistrikan BNI mencapai Rp 8,32 triliun," ujarnya
(ang/lih)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (2 Komentar)
Baca juga :
- 8 Proyek Infrastruktur US$ 4,5 Miliar Segera Ditawarkan
- Sektor Infrastruktur Butuh Investasi Swasta Rp 978 Triliun
- Pemerintah Siapkan Holding BUMN Geothermal
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




