Forum Finance
- Ndpbm... alvian19
- Blok Cepu... densol
- Hitung PPh 21 dengan muda... yukfa
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 22:49 WIB
Cerita-cerita Lucu di Balik Audit Century -
Selasa, 09/02/2010 22:28 WIB
BPK: Jika Century Ditutup, Negara Langsung Rugi Rp 4,67 Triliun -
Selasa, 09/02/2010 18:31 WIB
BII Rugi Rp 40,969 Miliar di 2009 -
Selasa, 09/02/2010 17:39 WIB
Dana Century Rp 6,35 Triliun Mengalir ke 63 Bank -
Selasa, 09/02/2010 17:09 WIB
Dana Rp 13,48 Triliun Keluar dari Bank Century Selama 10 Bulan -
Selasa, 09/02/2010 16:10 WIB
Pemerintah Cari Rp 1 Triliun Dari Surat Utang Syariah
Indeks Berita
Minggu, 29/03/2009 14:25 WIB
NPL Kartu Kredit Sudah Tak Aman
Herdaru Purnomo - detikFinance

Foto: Dok detikFinance
Demikian disampaikan Pengamat Perbankan dari The Indonesia Economic Intelligence (IEI), Sri Yani Kusumastuti, di sela-sela diskusi Kinerja Ekonomi dan Keuangan, di kantor IEI, Jakarta, Minggu (29/3/2009).
"Kredit konsumsi cukup baik kecuali untuk kartu kredit yang NPL-nya mencapai 10,92 persen. Ini sudah tidak aman, karena berdasarkan acuan Bank Indonesia (BI) rata-rata NPL keseluruhan harus dibawah 5 persen," ujarnya
Menurut Sri Yani, NPL kartu kredit melonjak tajam seiring krisis keuangan global. Kini bahkan NPL kartu kredit ini menjadi yang tertinggi dibandingkan kredit konsumsi lainnya.
Ditambah lagi, strategi pemasaran kartu kredit saat ini sudah sangat agresif sehingga memberikan banyak kemudahan mendorong masyarakat menjadi lebih konsumtif. Akibatnya, intensitas debitur menggunakan kartu kredit pun semakin tinggi.
"Sekarang buat kartu kredit mudah. Dicegat di mal-mal langsung sudah jadi," tuturnya.
Di sisi lain, lanjutnya, kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat yang menurun akibat kenaikan harga BBM belum sepenuhnya pulih. Selain itu, karena dampak krisis ekonomi global, penggunaan kartu kredit menjadi meningkat.
"Karena krisis, banyak yang menggunakan kartu kredit dibandingkan uang cash," ujarnya.
Untuk itu Sri Yani menegaskan, perbankan harus lebih selektif dalam menerbitkan kartu kredit untuk menghindari peningkatan NPL lebih tinggi.
Kredit yang disalurkan menurut sektor ekonomi sampai pada akhir 2008 masih didominasi 4 sektor, yakni kredit sektor perindustrian 20,74 persen dan sektor perdagangan 19,85 persen. Selain itu ada restoran, hotel, dan sektor dunia usaha yang menyumbang 11,65 persen serta sektor lainnya 28,26 persen. (dru/lih)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)
Baca juga :
- Migrasi Kartu Kredit Chip Capai 70%
- Penerapan Standar Nasional Kartu ATM dan Debet Dimulai
- NPL Kartu Kredit Masih Jadi Juara di 2008
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



